WRI Nilai Elektrifikasi Angkutan Barang Penting untuk Swasembada Energi

1 hour ago 5

Truk listrik dipamerkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – WRI Indonesia memperingatkan target swasembada energi berisiko sulit tercapai apabila pemerintah hanya berfokus meningkatkan produksi minyak tanpa mengendalikan konsumsi solar. Lembaga tersebut menilai elektrifikasi angkutan barang menjadi salah satu strategi untuk menekan kebutuhan impor bahan bakar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Peringatan itu disampaikan dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 di Jakarta. WRI Indonesia mencatat konsumsi diesel nasional meningkat 24,5 persen dalam lima tahun terakhir, sementara kapasitas kilang domestik baru mampu memenuhi sekitar 51,6 persen kebutuhan.

Berdasarkan analisis WRI Indonesia, Indonesia berpotensi kembali mengimpor solar mulai 2027 apabila tidak ada upaya mengendalikan permintaan. Tanpa perubahan teknologi di sektor transportasi, kebutuhan diesel nasional diproyeksikan mencapai 87,5 juta kiloliter pada 2040, sedangkan kapasitas produksi dalam negeri diperkirakan hanya sekitar 26,5 juta kiloliter.

Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi mengatakan, peningkatan produksi energi tidak akan cukup untuk mencapai swasembada apabila konsumsi bahan bakar terus meningkat.

“Pemodelan kami menunjukkan bahwa tanpa perubahan signifikan pada teknologi transportasi, kebutuhan diesel Indonesia dapat mencapai sekitar 87,5 juta kiloliter pada 2040. Sementara itu, kapasitas produksi domestik diperkirakan hanya sekitar 26,5 juta kiloliter. Artinya, peningkatan pasokan energi saja tidak akan cukup. Kita juga harus mulai mengelola permintaan energi, dan transformasi angkutan barang menjadi salah satu strategi terpenting untuk mewujudkan swasembada energi Indonesia,” ujar Nirarta, Kamis (23/7/2026).

Untuk mendorong transformasi sektor logistik, WRI Indonesia mengembangkan Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA) yang diluncurkan pada 2025. Program tersebut telah melibatkan 42 perusahaan dari ekosistem logistik dalam kajian, forum diskusi, serta pendampingan implementasi kendaraan berat nol emisi melalui Corporate Assistance Program (CAP).

WRI Indonesia juga mengembangkan Truck Route Assessment & Charging Evaluation (TRACE), platform yang digunakan untuk membantu pemerintah dan pelaku industri mengevaluasi kesiapan rute, kebutuhan pengisian daya, serta prioritas pembangunan infrastruktur kendaraan listrik angkutan barang sebelum investasi dilakukan.

Read Entire Article
Politics | | | |