REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat transformasi layanan kredit dengan meluncurkan Loan Factory untuk mempercepat proses pengajuan KPR. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata sekitar enam hari kerja menjadi lebih singkat.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, sistem ini menjadi bagian dari upaya perseroan membangun mesin pertumbuhan kredit yang tetap menjaga kualitas risiko. “Kalau hanya tumbuh tanpa kualitas, itu tidak acceptable. Tapi kalau kualitas bagus tanpa pertumbuhan, itu juga tidak cukup,” kata Nixon dalam sambutannya saat peresmian BTN Loan Factory di Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, Loan Factory dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses kredit dalam satu sistem terpusat, mulai dari input data, verifikasi, analisis, hingga persetujuan dan pencairan. Dengan model ini, BTN ingin menghapus proses yang sebelumnya tersebar di cabang dan regional.
BTN mencatat, dalam kondisi normal perseroan memproses sekitar 1.000 aplikasi KPR per hari. Karena itu, standardisasi proses dinilai penting agar keputusan kredit lebih konsisten dan terukur. “Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi,” ujarnya.
Dari sisi operasional, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa menyebut integrasi ini membuat proses lebih efisien dan mudah dipantau. Alur kerja yang sebelumnya tersebar kini dipusatkan sehingga tata kelola dokumen dan underwriting lebih rapi.
Sementara itu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menilai transformasi ini merupakan kelanjutan dari evolusi sistem kredit BTN, dari desentralisasi, lalu regionalisasi, hingga kini menjadi terpusat berbasis proses.
Menurut dia, pendekatan baru tersebut memperkuat akurasi keputusan kredit sekaligus menekan risiko. BTN juga mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi seperti decision engine dan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses analisis.
Sebagai anak usaha BTN, Bank Syariah Nasional (BSN) menyatakan akan menjadikan Loan Factory sebagai model atau pilot project dalam penguatan proses bisnis pembiayaan syariah.
“Ini suatu inovasi di level induk kami yang memang akan kami jadikan model. Nanti beberapa learning dari BTN ini akan kami implementasikan kembali ke BSN,” ujar Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha.
Ia menambahkan, implementasi di BSN akan disesuaikan dengan fase transformasi yang sedang berjalan di internal perseroan, termasuk perbaikan proses pembiayaan dan penguatan sinergi dalam grup.
Dengan Loan Factory, BTN berharap ekspansi kredit perumahan bisa lebih cepat, namun tetap dalam koridor kehati-hatian. “Pertumbuhan harus meningkat, tapi kualitas juga harus tetap terjaga,” kata Nixon.
sumber : Antara

6 hours ago
8

















































