REPUBLIKA.CO.ID, TORAJA UTARA — Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tidak hanya menjalankan layanan pembiayaan bagi anggotanya. Koperasi yang merupakan salah satu koperasi tertua di Tana Toraja tersebut juga mengambil peran dalam mendampingi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Krisdianto mengatakan, KSP Balo’ta merupakan salah satu koperasi tertua di Tana Toraja sekaligus mitra strategis LPDB Koperasi. KSP Balo’ta dinilai konsisten menjaga kualitas pengelolaan pembiayaan dan memberikan manfaat kepada anggotanya.
“Dengan reputasi KSP Balo’ta selama ini kepada LPDB, baik dari sisi pinjaman yang diberikan maupun pengembaliannya, Balo’ta termasuk yang terbaik karena tidak pernah cacat dari sisi pengembalian maupun pemanfaatannya kepada anggota,” kata Krisdianto saat mengunjungi KSP Balo’ta di Toraja Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Krisdianto mendapat informasi bahwa KSP Balo’ta secara mandiri telah mendampingi sekitar 40 KDKMP yang tersebar di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Pendampingan mencakup sekitar 200 pengurus, terutama dalam aspek tata kelola dan manajerial koperasi.
“Kami selaku perwakilan dan kepanjangan tangan dari Kementerian Koperasi menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas apa yang sudah dilakukan oleh Balo’ta,” ujarnya.
Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga mengatakan, hubungan KSP Balo’ta dengan LPDB Koperasi telah berlangsung sekitar satu dekade. Selama periode tersebut, koperasi secara bertahap memperoleh dukungan modal kerja sekitar 10 kali.
“Selama kurang lebih 10 tahun, kami secara bertahap diberikan bantuan modal kerja. Kurang lebih sudah 10 kali hingga saat ini,” kata Dedi.
Menurut Dedi, dukungan pembiayaan tersebut membantu KSP Balo’ta memperluas layanan kepada anggota, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah. Saat ini, sekitar 15 ribu anggota telah mendapatkan fasilitas layanan koperasi.
“Ke depan kami tetap membutuhkan perhatian, bahkan bantuan pinjaman kepada anggota,” ujarnya.
Selain melayani anggota, KSP Balo’ta juga aktif mendampingi pengurus KDKMP di dua kabupaten tersebut. Dedi mengatakan, pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Krisdianto mengatakan, pembiayaan LPDB yang diterima KSP Balo’ta berpotensi memberikan manfaat lebih luas melalui ekosistem KDKMP. Anggota KSP Balo’ta yang nantinya juga menjadi anggota KDKMP dapat memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
“Anggota Balo’ta yang notabene nantinya juga sebagai anggota KDKMP akan terbantu dengan pinjaman yang diberikan oleh Balo’ta yang berasal dari dana LPDB untuk membantu kegiatan usahanya,” jelas Krisdianto.
Produk usaha anggota tersebut selanjutnya berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan gerai KDKMP.
“Ini jelas menjadi sinergi yang sangat bagus antara KSP Balo’ta dengan KDKMP yang merupakan program strategis nasional dan program prioritas dari Kementerian Koperasi,” pungkasnya.

4 hours ago
13

















































