Tangkap Pesan Rais Aam PBNU, Presiden: Angkat Rakyat Indonesia Keluar dari Kemiskinan

7 hours ago 14

Presiden RI Prabowo Subianto membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa dia menangkap langsung pesan-pesan yang disampaikan oleh KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU periode 2026-2031, saat berpidato dalam rangkaian acara penutupan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin(31/8/2026).

"Tadi, pesen-pesen dari Rais Aam terpilih saya tangkap, hari ini saya bisa langsung tangkap. Jadi, inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan," kata Prabowo saat berpidato dalam acara penutupan rangkaian muktamar tersebut.

Muktamar ke-35 NU yang digelar selama sepekan penuh di Tambakberas, Jombang, ditutup dengan terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU untuk periode atau masa khidmah yang sama. Gus Kikin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Dalam acara penutupan muktamar itu, Ketua Umum PBNU yang baru berikut dengan Rais Aam PBNU menyampaikan pidato mereka di hadapan Presiden Prabowo. KH Miftachul, dalam pidatonya, memberikan wejangan-wejangan dan pesan-pesan terkait nilai-nilai kepemimpinan, di antaranya tujuan utama seorang pemimpin ialah untuk kesejahteraan rakyatnya.

Rais Aam PBNU itu juga mengungkap harapannya agar Presiden Prabowo terus memperhatikan PBNU, karena hal-hal yang dikerjakan oleh Nahdlatul Ulama sejatinya untuk umat.

"Semoga Bapak Presiden pun memperhatikan semua apa yang kita lakukan, demi untuk umat, demi kemaslahatan rakyat," kata KH Miftachul kepada Presiden Prabowo.

Read Entire Article
Politics | | | |