DPR: Anggaran Kementerian Pertahanan Naik Jadi Rp189 Triliun

4 hours ago 17

Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook membantu pemadaman karhutla di Kalimantan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengungkapkan bahwa anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk 2027 ditetapkan naik menjadi Rp189 triliun. Sebelumnya, dia mengatakan pagu indikatif anggaran Kemhan untuk 2027, yakni sebesar Rp139 triliun. Dengan demikian, menurut dia, ada kenaikan anggaran sekitar Rp50 triliun.

"Baru saja kita melaksanakan rapat kerja, hadir Pak Menhan, Pak Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf, Wamenhan, dan seluruh jajaran Kemenhan. Intinya APBN untuk 2027 Kemenhan anggarannya Rp189 triliun," kata Utut usai rapat tertutup dengan jajaran Kementerian Pertahanan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Selain pembahasan anggaran, dia juga menyampaikan dalam rapat tertutup dengan Kemhan itu, juga membahas persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan penanganan pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia pun mengapresiasi para prajurit TNI yang bergerak cepat dalam menangani permasalahan-permasalahan tersebut. Menurut Utut, semua pihak pun perlu bergotong-royong.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan anggaran yang diberikan kepada Kemehan dan TNI akan digunakan semaksimal mungkin. Menurut dia, dinamika tugas-tugas yang dihadapi oleh prajurit masih cukup banyak.

Dia pun meyakini bahwa negara akan memenuhi kebutuhan anggaran Kemhan dan TNI dalam rangka menjalankan tugas sistem pertahanan negara, yang kini juga dipengaruhi situasi kebakaran hutan maupun bencana alam. Menurut dia, alokasi anggaran yang diberikan itu sudah dibagi kepada setiap unit organisasi mulai dari Kemhan, Mabes TNI, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

"Kami juga terus memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh negara dalam rangka kita mengamankan strategi transformasi pembangunan yang sedang dikerjakan," kata Sjafrie.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |