REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan teknologi asal China, Runjian Co, Ltd, memperluas bisnisnya di pasar ASEAN dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis operasional utama. Ekspansi tersebut mencakup pengembangan solusi kecerdasan buatan (AI), komputasi, infrastruktur digital, hingga model layanan kapasitas komputasi Token-as-a-Service (TaaS).
Dalam ajang AIMX Singapore 2026 yang berlangsung pada 26–27 Agustus di Sands Expo & Convention Centre, Runjian memperkenalkan pengembangan bisnis TaaS. Model tersebut memungkinkan klien perusahaan mengakses kapasitas komputasi untuk kebutuhan AI secara lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan.
Sebagai Sponsor Platinum AIMX Singapore 2026, Runjian mengusung tema “Token as a Service: Powering a Smarter ASEAN” untuk memperkenalkan strategi pengembangan bisnis Token di pasar internasional. Dalam kesempatan tersebut, Tan Kiat How, Senior Minister of State, Ministry of Digital Development and Information, Singapura, turut mengunjungi paviliun pameran Runjian dan melihat sejumlah solusi teknologi yang ditampilkan perusahaan.
Vice President Runjian Co. Ltd. Athena Zhao mengatakan model TaaS berpotensi mendukung peningkatan adopsi AI di Asia Tenggara dengan memberikan akses terhadap kapasitas komputasi sesuai kebutuhan perusahaan.
“Model Token-as-a-Service sangat potensial dalam mendukung adopsi AI di Asia Tenggara. TaaS dapat membantu perusahaan memperoleh akses terhadap kapasitas komputasi secara lebih inklusif dan sesuai kebutuhan sehingga penerapan AI dalam skala besar dapat dilakukan dengan lebih efisien,” ujar Athena dalam forum utama AIMX Singapore 2026, dalam keterangan, Senin (31/8/2026).
Pengembangan bisnis di ASEAN melanjutkan rekam jejak Runjian di Indonesia yang mencakup proyek pusat data, infrastruktur digital, komunikasi, hingga digitalisasi kawasan industri. Salah satunya melalui proyek Morowali Smart Park di Sulawesi Tengah.
Dalam proyek tersebut, Runjian menangani sejumlah kebutuhan infrastruktur digital, mulai dari server room, jaringan data, penyimpanan dan transmisi data, gateway, serta monitoring, hingga jaringan kabel dan nirkabel, access control, dan sistem catu daya.
Runjian Indonesia juga menggarap proyek pengembangan pusat data J&T Express di Indonesia. Dalam proyek tersebut, perusahaan menyediakan server, perangkat keamanan jaringan, switch, router, serta dukungan teknis dan operasi pemeliharaan untuk tahap II dan III ekspansi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis Runjian di sektor infrastruktur digital Indonesia. Perusahaan kemudian memperluas portofolionya dengan mengembangkan model TaaS untuk menjawab kebutuhan perusahaan terhadap kapasitas komputasi AI.
Melalui TaaS, perusahaan yang membutuhkan infrastruktur AI tidak harus membangun seluruh kapasitas komputasinya secara mandiri. Sumber daya komputasi dapat digunakan secara lebih fleksibel dan terukur sesuai kebutuhan aplikasi AI.

3 hours ago
13

















































