Danantara Dorong Hilirisasi Baja untuk Bangkitkan Industri Nasional

2 hours ago 3

COO Danantara Dony Oskaria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- COO Danantara Dony Oskaria menjelaskan peta jalan (roadmap) yang ditempuh Danantara untuk mendorong kebangkitan Indonesia di sektor industri. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Dony menjelaskan Danantara telah melakukan sejumlah langkah di hulu dan hilir di sejumlah sektor industri. Salah satunya adalah hilirisasi baja yang sedang didorong untuk mendukung kebangkitan Krakatau Steel dalam industri baja. 

Dony memaparkan sejumlah strategi korporasi yang tak hanya didorong untuk menyehatkan perusahaan, melainkan juga menjadikan perusahaan nasional ini sebagai pemain utama dalam industri baja dunia. “Kita ingin ke depan industri kita bertumbuh dan berkembang dengan baik, karena itu beberapa proyek sedang kami (Danantara) lakukan. Yang pertama adalah berkaitan dengan baja, termasuk di dalamnya adalah kita melakukan perbaikan terhadap Krakatau Steel. Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial dan lantas sudah melakukan intervensi dan juga perbaikan terhadap kesehatan daripada perusahaan,” kata Dony dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Rabu (4/2/2026).

Salah satu proyek hilirisasi yang dilakukan Danantara tahun ini adalah pengembangan hulu (upstream) dari industri baja. ”Yang akan segera kita groundbreaking di bulan depan, itu untuk penambahan kapasitas tiga juta ton daripada baja kita,” kata Dony. 

Penambahan kapasitas baja juga diiringi strategi Danantara memaksimalkan penyerapan kebutuhan baja nasional. Sejumlah BUMN di sektor industri manufaktur akan menjadi penyerap utama stok baja produksi Krakatau Steel. 

Industri manufaktur BUMN seperti perkapalan dan kereta api akan menggunakan baja dari Krakatau Steel sebagai penyedia di hulu. Sedangkan hasil dari produksi manufaktur kapal atau kereta api juga akan diserap BUMN di bidang penyedia jasa transportasi di sisi hilir. 

“Kami mendorong terjadinya industrialisasi di beberapa aspek, yang terutama sekali berkaitan dengan perusahaan-perusahaan yang ada di dalam lingkup Danantara. Yang pertama adalah PT PAL. Kita akan mewajibkan seluruh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal yang berada dalam lingkup Danantara itu diwajibkan dilakukan di PT PAL. Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan kita, termasuk di dalamnya PT PIS, PT PELNI, PT ASDP ini kita wajibkan untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL,” ujar Dony.

Dengan penataan industri di hulu hingga hilir diharapkan industri bisa tumbuh secara merata dan masif. “Dan sekali lagi tujuannya adalah untuk mengembangkan industri kita ke depan, sebagaimana kita yakini di dalam roadmap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirancang oleh Bapak Presiden Prabowo, bahwa basis pertumbuhan kita ke depan adalah industri. Dengan demikian industri ini akan memberikan dampak terhadap employment dan juga tentu mengurangi impor kita,” kata Dony menegaskan.  

Read Entire Article
Politics | | | |