Dari Spanyol hingga Britania, Sejarah Ingatkan Bahaya Mengancam bagi Amerika Serikat

14 hours ago 10

Perempuan Iran berjalan di dekat sebuah baliho besar anti-Amerika Serikat yang terpasang di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, 31 Januari 2026. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman aksi militer terhadap Iran menyusul demonstrasi anti-pemerintah. Iran tengah mengalami pemadaman internet nasional yang dimulai sejak 8 Januari 2026, di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang semakin intens.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kemunduran negara-negara besar dalam sejarah, seperti Kekaisaran Ottoman, Spanyol, Habsburg, hingga Britania Raya, umumnya disebabkan oleh kelemahan struktural berupa institusi yang tidak adaptif, basis ekonomi yang rapuh, serta beban ekspansi militer yang melampaui kapasitas, sehingga memicu penurunan kekuatan secara bertahap. Dalam konteks kekinian, pola serupa dinilai berpotensi terjadi pada Amerika Serikat (AS), bukan dalam bentuk keruntuhan mendadak, melainkan penurunan relatif akibat tekanan kumulatif seperti utang, polarisasi internal, persaingan global, dan beban militer berlebih yang dapat dipercepat oleh konflik eksternal.

Ketua Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC) Universitas Paramadina, Pipip A Rifai Hasan mengatakan, dalam buku Why Nations Fail, ekonom Daron Acemoglu dan James A Robinson menjelaskan kemunduran Kekaisaran Ottoman sebagai contoh bagaimana institusi politik dan ekonomi yang bersifat ekstraktif pada akhirnya dapat melemahkan negara yang dulunya kuat. Argumen mereka bukanlah bahwa kekaisaran tersebut runtuh hanya karena tekanan eksternal atau kekalahan militer, tetapi karena struktur institusionalnya mencegah adaptasi terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.

Pipip mengatakan, dalam buku Why Nations Fail, kemunduran Kekaisaran Ottoman ditafsirkan bukan sebagai kegagalan militer atau budaya, tetapi sebagai konsekuensi dari institusi politik dan ekonomi yang bersifat ekstraktif dan mencegah inovasi, membatasi partisipasi ekonomi, dan menolak reformasi. Sehingga kekaisaran tersebut tidak mampu mengikuti transformasi kelembagaan yang terjadi di Eropa.

"Buku The Rise and Fall of the Great Powers karya Paul Kennedy menjelaskan kemunduran kekaisaran melalui sebuah gagasan utama: kesenjangan antara basis ekonomi suatu negara dan komitmen militernya, ketika kekuatan-kekuatan besar berekspansi melampaui kemampuan ekonomi mereka yang oleh Kennedy disebut sebagai imperial overstretch kemunduran menjadi mungkin terjadi," kata Pipip dalam Diskusi PIEC bertema Amerika Akan Alami Kemunduran: Kelebihan Beban Kekaisaran dan Konflik dengan Iran, pekan lalu.

Read Entire Article
Politics | | | |