FAM Diguncang Skandal Pemain Naturalisasi, Komite Eksekutif Mundur, AFC Ambil Alih Pengawasan

3 hours ago 3

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

REPUBLIKA.CO.ID, 

JAKARTA — Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul pengunduran diri seluruh anggota komite eksekutif federasi tersebut. Langkah ini diambil di tengah mencuatnya skandal dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.

FAM menyatakan, komite eksekutif periode 2025–2029 memutuskan mundur secara kolektif guna memberi ruang bagi AFC melakukan evaluasi terhadap tata kelola organisasi. Keputusan itu diumumkan pada Rabu (28/1/2026).

FAM tengah menghadapi tuduhan dari FIFA terkait penggunaan dokumen palsu untuk meloloskan tujuh pemain naturalisasi agar dapat tampil pada laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam tahun lalu. Kasus tersebut menyeret federasi ke dalam sorotan tajam, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada September lalu, FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain selama 12 bulan kepada para pemain yang terlibat serta denda sebesar 350 ribu franc Swiss kepada FAM. Namun, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pekan ini memberikan penangguhan sementara atas larangan tersebut sembari menunggu proses banding yang diajukan FAM.

Pelaksana tugas Presiden FAM, Mohd Yusoff Mahadi, mengatakan pengunduran diri komite eksekutif dilakukan demi menjaga integritas organisasi dan mempermudah upaya reformasi internal. “Keputusan ini diambil dengan mengutamakan kepentingan sepak bola nasional dan FAM di atas segalanya,” ujarnya.

Untuk sementara, operasional harian FAM akan dikelola oleh sebuah tim kecil yang dipimpin sekretaris jenderal federasi, dengan pendampingan langsung dari AFC, hingga komite baru ditunjuk.

Sekretaris Jenderal AFC Windsor John menegaskan, pihaknya juga akan meninjau manajemen internal dan proses administrasi FAM. Menurutnya, evaluasi tersebut bertujuan mengidentifikasi kelemahan serta celah tata kelola agar federasi dapat diselaraskan dengan standar asosiasi modern.

Hingga kini, belum ditetapkan batas waktu penyelesaian peninjauan tersebut.

Sementara itu, FIFA telah menolak banding FAM dan membatalkan hasil tiga pertandingan yang melibatkan tim nasional Malaysia. FIFA juga menyatakan akan membuka penyelidikan formal terhadap operasional internal FAM serta menginformasikan potensi proses pidana kepada otoritas di lima negara.

Skandal ini memicu kegemparan di Malaysia. Sejumlah penggemar dan anggota parlemen mendesak adanya tindakan tegas terhadap FAM serta lembaga pemerintah yang berwenang dalam proses pemberian kewarganegaraan kepada para pemain.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya berjanji akan menjamin transparansi dalam penyelidikan domestik atas dugaan pemalsuan dokumen tersebut. Namun, ia menegaskan FAM tetap harus diberi kesempatan untuk membela diri sesuai dengan prinsip keadilan.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |