IDAI Ungkap Dampak El Nino Godzilla pada Kesehatan Anak

14 hours ago 10

Anak sakit (ilustrasi). El Nino Godzilla dinilai perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada kesehatan tubuh, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan mengalami El Nino Godzilla pada tahun ini, yang bisa menyebabkan kemarau menjadi lebih panas dan lebih berat. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada kesehatan tubuh, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Dokter spesialis anak sekaligus Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAl), dr Darmawan Budi Setyanto, mengatakan panas yang berkepanjangan memiliki dampak nyata pada kesehatan anak. Pasalnya, sistem pengaturan suhu tubuh anak yang belum matang membuat mereka lebih rentan terhadap dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya.

"Kondisi kemarau dan panas yang berkepanjangan memiliki dampak nyata terhadap kesehatan anak karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum sematang orang dewasa," kata dr Darmawan saat dihubungi Republika, Kamis (9/4/2026).

Dampak panas berkepanjangan pada anak cukup beragam, salah satunya adalah dehidrasi dan gangguan suhu tubuh. Menurut dr Darmawan, anak-anak yang kehilangan cairan tanpa penggantian yang cukup dapat mengalami kram panas yaitu nyeri otot akibat kekurangan cairan dan elektrolit, serta kelelahan panas yang ditandai dengan gejala pusing, lemas, dan mual.

Selain itu, udara kering dan berdebu selama kemarau juga meningkatkan masalah pernapasan, seperti batuk, napas pendek, dan sesak napas, terutama pada anak dengan asma. "Dalam kasus yang lebih serius, anak-anak juga berisiko terkena sengatan panas (heatstroke), yaitu kondisi darurat medis di mana suhu tubuh melonjak drastis dan dapat mengancam nyawa," kata dr Darmawan.

Panas berkepanjangan, kata dr Darmawan, juga memengaruhi kulit dan selaput lendir anak. Iritasi kulit seperti biang keringat atau ruam merah dapat muncul akibat keringat berlebih, sementara udara panas dan kering membuat lapisan dalam hidung rapuh sehingga mudah terjadi mimisan.

Read Entire Article
Politics | | | |