Israel Culik Ratusan Aktivis Sumud Flotilla, Dua Relawan Indonesia Lolos

3 hours ago 8

Foto yang diterbitkan Global Sumud Flotilla menunjukkan para aktivis mengangkat tangan saat Israel melakukan pembajakan di perairan dekat Yunani, Rabu (29/4/2026) malam.,

Laporan Jurnalis Republika dari Istanbul, Bambang Noroyono.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Tidak ada warga negara Indonesia (WNI) dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang dibajak tentara laut Zionis Israel di perairan dekat Yunani, Rabu (29/4/2026) malam tadi. Para relawan dan aktivis Global Peace Convoy (GPCI) yang sebelumnya berlayar mengikuti misi kemanusian menembus blokade Gaza, Palestina yakni Maimon Herawati dan Chiki Fawzi saat berada di Istanbul, Turki.

Maimon merupakan koordinator dewan pengarah GPCI. Bersama Chiki, yang menjadi relawan, keduanya berlayar bersama armada Global Sumud melalui pelabuhan di Barcelona, Spanyol sejak 12 April lalu. Keduanya mengarungi pelayaran menuju Gaza melintasi Laut Mediterania sampai ke Italia. Namun keduanya melanjutkan aksi ke Turki melalui penerbangan. 

Di Turki, Maimon dan Chiki sebetulnya mempersiapkan partisipasi tambahan Indonesia dalam pelayaran lanjutan. Sebab sekitar enam relawan Indonesia yang tergabung dalam GPCI yang sudah menunggu di Istanbul, akan menyusul pelayaran Global Sumud melalui salah satu pelabuhan di Turki. Para relawan GPCI yang akan ikut bergabung dalam pelayaran susulan termasuk di antaranya adalah tim Republika

"Saya sudah dua hari di Istanbul untuk tetap mempersiapkan misi pelayaran menembus blokade Gaza ini," kata Maimon saat bertemu Republika di Istanbul, Turki. Namun ketika para relawan yang sudah berangkat menuju ke pelabuhan pelayaran lanjutan, pada Rabu (28/4/2026) tengah malam, GSF melaporkan terjadinya penyerangan oleh angkatan laut tentara penjajahan Zionis Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla di dekat perairan Yunani.

Dikabarkan semula, 11 dari 56 kapal Global Sumud dibajak. Termasuk diantaranya Kapal Saf Saf yang merupakan kapal induk Global Sumud dalam misi pelayaran kali ini. Pada Kamis (30/4/2026) pagi, Maimon yang juga merupakan anggota Steering Committee (SC) Global Sumud Flotilla menyampaikan, sebanyak 22 kapal yang mengalami pembajakan dan penyerangan. "Kabar terbaru, saat ini confirm (dipastikan) ada 22 kapal kami yang dibajak oleh tentara penjajahan (Israel)," kata Maimon.

Pembajakan terjadi di perairan internasional Laut Mediterania di dekat perairan Yunani. Atau sekitar 600 mil dari bibir pantai Gaza. Kata Maimon, ratusan aktivis dari puluhan negara yang berada dalam 22 kapal yang dibajak zionis itu juga mengalami penculikan. "22 kapal itu, berarti dikali sepuluh. Setiap kapal berisi sekitar sepuluh aktivis dari banyak negara. Berarti ada sekitar 200-an aktivis yang saat ini hilang kontak," ujar Maimon.

Rekaman menunjukkan Angkatan Laut Israel mencegat kapal-kapal GSF ratusan mil dari Jalur Gaza, 29 April 2026.

Read Entire Article
Politics | | | |