REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi banjir bandang disertai endapan lumpur di Kampung Bojong Keusik RT 01/RW 01 Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat (13/2/2026).
Banjir bandang yang menyebabkan 310 orang yang terdampak itu akibat jebolnya tanggul aliran Sungai Cisunggalah sepanjang 12 meter dan tinggi 3 meter yang menyatu dengan tembok rumah warga pada Rabu (11/2/2026) malam sekitar pukul 23.15 WIB.
Arus deras air yang mengalir dari tanggul jebol Sungai Cisunggalah itu mencapai ketinggian 120 cm setelah turun hujan deras di hulu sungai. Kini, banjir bandang menyisakan endapan lumpur dan sampah di Jalan Bojong Keusik serta di permukiman rumah warga.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat dan ringan, dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Hingga Jumat, tim gabungan dari TNI, Polri, jajaran Organisasi Perangkat Daerah, Forkopimcam Majalaya, relawan dan pihak lainnya bergotong royong membersihkan material endapan lumpur dan sampah di lokasi banjir. Alat berat back hoe dan dump truk pun dikerahkan untuk mengangkut sisa material banjir bandang ke tempat aman.
Dalam kunjungannya, Bupati Dadang Supriatna menyampaikan, banjir bandang ini berdampak pada RW 01 Desa Bojong, Kecamatan Majalaya. Tercatat tiga RT terdampak dengan jumlah warga sekitar 310 orang.
“Ada tujuh rumah yang mengalami kerusakan parah, sementara rumah lainnya masih dalam tahap pembersihan,” ujar Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna di lokasi kejadian banjir bandang.
Kang DS mengatakan, normalisasi Sungai Cisunggalah jadi solusi utama sebagai langkah penanganan pascabanjir bandang . Ia meminta kepala Desa Bojong segera mengembalikan lebar Sungai Cisunggalah seperti semula, yakni lebarnya delapan meter.
“Sungai harus dikembalikan ke lebar awalnya, delapan meter. Ini penting agar aliran air kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Kang DS meminta pemerintah desa berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk merealisasikan normalisasi Sungai Cisunggalah tersebut. Yaitu, berkoordinasi dengan camat Majalaya, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan pihak terkait lainnya.
"Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan memberikan bantuan rehabilitasi terhadap delapan unit rumah yang terdampak, baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan," ujarnya.
Untuk rumah yang posisinya terlalu dekat dengan bantaran sungai, kata Kang DS, warga akan dievakuasi sementara dan diberikan bantuan biaya kontrak rumah selama proses perbaikan berlangsung.
“Kita lakukan bertahap agar perbaikan bisa maksimal, baik oleh pihak pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya,” jelasnya.
Pascabanjir bandang tersebut, Kang DS mendorong dilakukan mitigasi bencana dan pentingnya kesadaran warga. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini juga menekankan pentingnya mitigasi bencana agar peristiwa serupa tidak terulang.
Kang DS juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar lebih waspada.
Selain Desa Bojong, ia meminta desa-desa lain di wilayah Kabupaten Bandung meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah jika menemukan penyempitan atau perubahan fungsi sungai.
“Fungsi sungai harus dikembalikan sebagai aliran air yang efektif. Jangan sampai ada penyempitan yang memicu banjir,” pungkasnya.

3 hours ago
4















































