KDM Jamin Santunan Rp 25 Juta untuk Anggota Marinir Korban Longsor di Bandung Barat

2 hours ago 1

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau pencarian korban longsor, di Desa Pasirlanggu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, sebanyak 23 anggota Marinir yang meninggal dunia dalam peristiwa longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat bakal mendapatkan santunan. Mereka tertimpa musibah tanah longsor saat melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) dini hari WIB.

"Yang pertama bagi mereka yang mengalami musibah kematian karena longsor. Baik kematian biasa atau gugur saat latihan kami sudah berkomitmen memberikan santunan Rp 25 juta per ahli waris. Jadi mereka yang anggota Marinir pun nanti ada keluarganya, ahli warisnya. Nanti kita berikan," kata Dedi Mulyadi di lokasi longsor, Selasa (27/1/2026).

Selain anggota Marinir TNI AL, santunan juga diberikan kepada dua anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua yang tewas dalam kecelakaan saat membantu proses pencarian korban longsor. Nominalnya sama seperti yang akan diberikan kepada ahli waris anggota Marinir yang gugur saat melaksanakan latihan.

Dua anggota polisi itu Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery. Menurutnya, personel polisi itu gugur dalam tugas dan keluarga yang ditinggalkan harus mendapatkan bantuan.

"Ini juga termasuk pada dua anggota Bhabinkamtibmas yang ditinggalkan oleh suaminya, oleh ayahnya, itu juga termasuk bagian dadi yang gugur dalam melaksanakan tugas. Karena mereka ingin pergi ke tempat tugas, di jalan mengalami kecelakaan, itu juga bagian yang harus kita hormati," kata Dedi Mulyadi.

Dirinya juga menegaskan, warga yang meninggal dunia dalam peristiwa longsor tersebut juga akan mendapatkan santunan dengan nominal sama. Data dari Tim Sar Gabungan, sudah ada 47 body pack yang sudah ditemukan hingga Selasa (27/1/2026) pukul 17.20 WIB. Sedangkan sebanyak 33 jiwa masih dalam proses pencarian.

"Jadi total yang masih dalam pencarian ada 33 jiwa. Untuk pencarian hari ini dihentikan dulu, dan kami akan lanjutukan," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian. 

Read Entire Article
Politics | | | |