Pelukan Hangat Syahnaz Sadiqah untuk Anak-anak Korban Longsor di Bandung Barat

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Di sebuah teras masjid di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, suara riang terdengar pada Selasa (27/1/2026). Bukan sorak pemain usai mencetak gol, melainkan teriakan anak-anak yang baru saja kehilangan rumah dan rasa aman mereka.

Rumah-rumah mereka di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu terdampak bencana longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Anak-anak itu terpaksa harus mengungsi sementara di Posko Desa Pasirlangu usai pemukiman yang ditinggali bersama keluarganya sudah tidak memberikan rasa aman lagi.

Tinggal di pengungsian bukanlah keinginan anak-anak itu. Namun, sementara ini mereka tidak memiliki pilihan lain. Kehadiran para relawan hingga ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang memberikan trauma healing menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.

"Hiburan paling di sini main bola sama temen-temen, terus acara kaya gini hiburan, ada hadiah juga jadi seneng," ucap Fikri Nasrulloh (11), salah seorang anak penyintas bencana longsor.

Fikri tak begitu tahu percis saat bencana longsor itu menerjang pemukimannya pada Sabtu (24/1/2026) dini hari karena ia sedang tertidur pulas. Ada 30 rumah di Kampung Pasir Kuning yang tertimbun longsor dengan panjang 3 kilometer dari mahkotanya di kaki Gunung Burangrang.

Rumah yang dihuni Fikri memang tidak tertimbun longsor. Namun ia dan keluarganya tetap harus keluar dan mengungsi karena posisi rumahnya sangat rawan terdampak longsor susulan.

"Jadi pas rame ada longsor aku sama keluarga langsung pada keluar rumah. Alhamdulillah selamat semua," tuturnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Bandung Barat, Syahnaz Sadiqah dalam kesempatan ini memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana. Dia juga memberikan trauma healing hingga meninjau lokasi dapur umum. Ia mengatakan, trauma healing yang dilakukan kepada warga terdampak bencana untuk menghilangkan trauma pascabencana terutama anak-anak.

"Kami di sini barengan sama dari provinsi mengadakan trauma healing untuk anak-anak supaya mereka enggak trauma ke depannya," katanya.

Ia menambahkan, sejumlah kegiatan dilakukan dengan mengajak langsung anak-anak. Dengan begitu, anak-anak dapat terhibur usai mengalami peristiwa yang memilukan.

"Di sini saya mengajak (anak korban bencana) salah satunya bermain, baca dongeng dan menggambar juga. Supaya anak-anak fokusnya ke aktivitas anak-anak," tambahnya.

Dia juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan menyusui serta lansia dengan mengoptimalkan asupan makanan selama di pengungsian.

"Bagi-bagi makanan buat anak-anak dan kita fokusnya titip kepada para ibu menyusui, ibu hamil, lansia dan juga anak-anak," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam bagi korban terdampak bencana. "Mudah-mudahan semuanya segera pulih para korban yang belum ditemukan agar segera ditemukan dan semoga gak ada bencana susulan lagi," katanya. 

Read Entire Article
Politics | | | |