Pengungsi Korban Longsor Bandung Barat Tagih Bantuan Rp 10 Juta, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi

3 hours ago 3

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat meninjau pencarian korban longsor, di Desa Pasirlanggu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan sudah menyalurkan bantuan Rp 10 juta untuk korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang berada di pengungsian. Pemprov Jabar, kata Dedi, sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 340 juta untuk 34 kepala keluarga (KK) korban longsor.

Uang sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing kepala keluarga itu diberikan langsung oleh Dedi Mulyadi saat menyambangi pengungsian warga terdampak longsor pada Ahad (25/1/2026). "Sudah saya bagikan kan pada semuanya, ada 34 KK sudah diberi. Kita sudah ngeluarin Rp 340 juta," kata Dedi Mulyadi di Desa Pasirlangu, Selasa (27/1/2026).

Kemudian pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan untuk 134 KK yang tidak terdampak langsung oleh longsor namun mereka tetap ikut mengungsi karena khawatir akan adanya potensi longsor susulan. "Kemudian ada yang 134 warga, yang waktu itu kumpul. Itu juga kita sudah kasih Rp 1 juta per kepala keluarga," kata Dedi Mulyadi.

Dedi memastikan lokasi longsor di Desa Pasirlangu tidak akan dijadikan permukiman lagi karena akan dihutankan kembali. Sehingga warga terdampak longsor harus direlokasi ke tempat yang lebih layak dan aman sesuai rekomendasi Badan Geologi.

"Bencananya juga baru hampir seminggu. Maksudnya kita harus dapatkan sekarang. Ya tenang saja, nanti kita cari tempat untuk melakukan relokasi. Saya kan sudah biasa menangani yang seperti ini," ujar Dedi.

Sebelumnya, Jejen (35), warga RT 05/11 Pasirkuning mengaku hingga hari ke-4 usai bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) belum menerima bantuan uang yang dijanjikan, meskipun wilayah tempat tinggalnya disebut masuk dalam zona merah.

"Informasi yang saya dapat, daerah saya masuk zona merah. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan atau tindak lanjut dari yang disampaikan Pak Gubernur," tutur Jejen di Posko Pengungsian Desa Pasirlangu, Selasa (27/1/2026).

Jejen mencoba mempertanyakan kelanjutan bantuan melalui media sosial, justru mendapat respons negatif dari sejumlah pihak. "Saya komentar di media sosial untuk menanyakan kelanjutannya, tapi malah diserang. Bahkan ada yang kirim pesan ke saya, bilang jangan komentar yang aneh-aneh," ujar dia.

Read Entire Article
Politics | | | |