Meski emas digital kian populer, sebagian warga tetap memilih logam mulia langsung.
Rep: Dian Fath Risalah,Lilis Sri Handayani,Dian Fath Risalah,Lilis Sri Handayani/ Red: Gita Amanda
Menabung emas menjadi pilihan investasi yang populer di kalangan masyarakat. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Menabung emas menjadi pilihan investasi yang populer di kalangan masyarakat. Emas dinilai sebagai aset yang stabil dan relatif aman, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Seiring meningkatnya minat terhadap emas sebagai instrumen simpanan, perbankan maupun pihak ketiga menghadirkan layanan tabungan emas digital. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat membeli dan menitipkan emas tanpa harus menyimpannya secara fisik.
Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang lebih menyukai menabung emas secara fisik. Mereka membeli emas secara langsung dan menyimpannya sendiri.
Hal itu seperti yang dilakukan seorang warga di Kabupaten Indramayu, Yani (43 tahun). Ia mengaku lebih memilih membeli emas fisik karena merasa lebih tenang dapat memegang emasnya secara langsung.
“Kalau emas digital kan kita tidak pegang emasnya. Setahu saya dalam aturan agama pun jual beli itu harus ada barangnya,” kata Yani kepada Republika, Selasa (10/2/2026) lalu.
Selain itu, lanjut Yani, membeli emas fisik membuatnya tidak terlalu memikirkan fluktuasi harga emas yang berubah cepat. Saat memiliki uang berlebih, ia langsung membeli emas sebagai simpanan. “Saya tidak dibikin pusing dengan perubahan harga emas. Pokoknya kalau ada uang, saya beli emas untuk simpanan. Kalau butuh, ya saya jual,” ujarnya.
Selain emas berbentuk logam mulia, Yani juga menabung dalam bentuk perhiasan emas. Selain sebagai simpanan masa depan, perhiasan tersebut dapat digunakan sehari-hari.

2 hours ago
4














































