Menjemput Berkah Lewat Kelola Sampah di MI Pakumbulan

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam dunia pendidikan, madrasah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga kawah candradimuka bagi pembentukan karakter dan akhlak. Salah satu manifestasi akhlak yang paling krusial tetapi sering terabaikan adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup. Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pakumbulan, Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah, upaya menanamkan kesadaran ekologis ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk mewujudkan sekolah yang sehat, hijau, dan asri melalui program pengelolaan sampah dan penghijauan yang terintegrasi.

Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya disparitas antara idealisme pendidikan lingkungan dengan praktik sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi, dengan jumlah sekitar 75 siswa, MI Pakumbulan setidaknya memproduksi 4,5 hingga 5 kilogram sampah setiap harinya. Jenis sampah yang paling mendominasi adalah limbah plastik, khususnya plastik sisa es dan bungkus makanan ringan yang ringan namun bervolume besar. 

Alhasil, dalam satu pekan, terkumpul sekitar 30 kilogram sampah yang sering kali menumpuk di pojok halaman belakang sekolah, menciptakan pemandangan yang kontras dengan lingkungan belajar. Karena belum tersedianya sistem pemilahan modern, solusi instan yang diambil saat ini dengan membakar tumpukan plastik di area belakang tersebut setidaknya dua kali sepekan.

Kebiasaan membakar sampah ini sejatinya menjadi kontradiksi bagi kesehatan lingkungan sekolah. Selain menghasilkan asap yang mengganggu pernapasan siswa, praktik ini tidak menyelesaikan akar masalah sampah plastik yang sulit terurai. Di sinilah pentingnya menyuntikkan kembali nilai spiritual sebagai motor penggerak transformasi perilaku. 

Konsep An-Nazhafatu Minal Iman (kebersihan adalah sebagian dari iman) tidak boleh hanya berhenti sebagai slogan di dinding kelas. Nilai ini harus diejawantahkan menjadi sebuah kesadaran bahwa menjaga kebersihan madrasah dari sampah plastik dan menghijaukannya dengan tanaman adalah bentuk ibadah konkret serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh.

Read Entire Article
Politics | | | |