Peserta aksi menginjak gambar Netanyahu saat aksi solidaritas bertajuk #HarapanPalestina: Indonesia Tegas Lawan Israel & AS di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (26/10/2025). Aksi tersebut berlangsung dengan menampilkan beragam hiburan musik, orasi, lelang karya seni hingga penampilan teatrikal. Dalam aksinya massa mengecam genosida yang dilakukan oleh israel terhadap warga Palestina, sulitnya akses bantuan kemanusiaan dan peran AS yang dinilai menghambat upaya diplomasi di forum internasional.
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta penundaan persidangan korupsinya pada Jumat (11/4/2026) setidaknya selama dua pekan dengan alasan "keamanan dan politik rahasia", menurut Israeli Broadcasting Corporation.
Dilansir di Anadolu Agency, Sabtu (11/4/2026), Netanyahu tidak merinci alasan permintaannya, dan masih belum jelas apakah Pengadilan Distrik Yerusalem akan mengabulkannya sepenuhnya atau sebagian.
Pengadilan memutuskan pada Kamis (10/4/2026) untuk melanjutkan persidangan pada Ahad (12/4/2026), setelah sebelumnya ditangguhkan akibat serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.
AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (8/4/2026) yang dimediasi oleh Pakistan sebagai langkah menuju kemungkinan kesepakatan yang lebih luas untuk menghentikan konflik yang telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka.
Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata tersebut mengikuti proposal 10 poin yang dapat diterapkan yang diajukan oleh Iran, dengan negosiasi diharapkan untuk menentukan apakah kesepakatan jangka panjang dapat dicapai.
Netanyahu menghadapi tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000. Jaksa mengajukan dakwaan dalam kasus-kasus tersebut pada November 2019.

3 hours ago
8

















































