Organisasi Lobi Yahudi AIPAC Mulai Gerah dan Serang Politisi Moderat Partai Demokrat AS

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Aksi Politik yang terkait dengan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) melakukan langkah ofensif pertamanya dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Namun, kali ini targetnya bukan kandidat progresif yang vokal mengkritik Israel, melainkan seorang Demokrat "moderat", mantan Perwakilan AS Tom Malinowski, yang mulai mempertanyakan, meski dengan hati-hati, dukungan militer tanpa syarat AS kepada Israel di tengah perang di Gaza.

Tom Malinowski adalah seorang diplomat dan politikus Amerika Serikat dari Partai Demokrat yang menjabat sebagai anggota DPR AS mewakili daerah pemilihan ke-7 New Jersey dari tahun 2019 hingga 2023. Sebelum terjun ke dunia politik praktis, ia memiliki rekam jejak panjang di bidang hak asasi manusia, termasuk menjabat sebagai Asisten Sekretaris Negara untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Perburuhan di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama serta menjadi direktur advokasi di Human Rights Watch. Latar belakangnya ini membentuk profilnya sebagai politikus yang vokal terhadap isu-isu keadilan global dan kebijakan luar negeri berbasis prinsip moral.

United Democracy Project (UDP), sayap politik AIPAC, menggelontorkan dana sebesar $2,2 juta untuk mengkampanyekan melawan Malinowski menjelang pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di New Jersey pada Kamis. Langkah ini terjadi di tengah tren jajak pendapat yang konsisten menunjukkan meningkatnya kekecewaan pemilih Demokrat atas kebijakan luar negeri AS yang tak tergoyahkan mendukung Israel. Bagi banyak pengamat, pengeluaran besar ini adalah pesan peringatan untuk semua kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan pendahuluan menuju pemilu paruh waktu 2026, sebagaimana diberitakan Al Jazeera.

“Ini menunjukkan bahwa mereka sangat prihatin tentang pergeseran perspektif, terutama di kalangan Demokrat, mengenai pendanaan untuk Israel,” kata Sadaf Jaffer, mantan anggota Majelis Umum New Jersey, kepada Al Jazeera. “Mereka sangat ingin mempertahankan anggota Partai Demokrat yang terpilih, meski posisi mereka mungkin sudah tidak sejalan dengan basis pemilih partainya sendiri.”

Pemilihan pendahuluan yang diikuti 11 kandidat ini memperebutkan kursi di distrik pinggiran New Jersey tengah, yang semakin condong ke Demokrat. Namun, serangan UDP tampak terfokus secara personal pada Malinowski. Menariknya, AIPAC maupun UDP tidak secara resmi mendukung rival Malinowski, Tehesha Way, meski Way telah mendapatkan dukungan dari kelompok lobi pro-Israel lain, Democratic Majority for Israel (DMFI). “Mungkin ini cara untuk menakut-nakuti para politisi di tengah spektrum yang mulai menyuarakan kekhawatiran,” tambah Jaffer. “Ini investasi untuk mengintimidasi orang lain yang sedang menonton.”

Tahesha Way adalah seorang pengacara dan politikus Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur New Jersey ke-3 sejak September 2023, menggantikan mendiang Sheila Oliver. Sebelum menduduki posisi tersebut, Way telah menjabat sebagai Sekretaris Negara New Jersey sejak 2018, di mana ia bertanggung jawab mengawasi jalannya pemilu dan memimpin departemen yang menangani urusan seni, sejarah, serta bisnis di negara bagian tersebut. Sebagai lulusan Brown University dan University of Virginia School of Law, ia memiliki rekam jejak yang panjang di tingkat lokal sebagai mantan anggota dewan terpilih (Freeholder) di Passaic County dan hakim administratif, yang menjadikannya salah satu sosok perempuan kulit berwarna paling berpengaruh dalam struktur pemerintahan New Jersey saat ini.

Read Entire Article
Politics | | | |