Partai Jerman Laporkan Kader yang Serukan Muslim Diracun Gas seperti Yahudi pada Era Nazi

9 hours ago 12

Bendera Jerman dan Polandia dibawa ke sisa stasiun Anhalter di Berlin, Jerman, dalam rangka peringatan 80 tahun mulainya perang dunia II, Ahad (1/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Salah satu partai yang memimpin pemerintahan koalisi di Jerman, Partai Uni Demokrat Kristen (CDU), melaporkan salah satu anggotanya kepada aparat penegak hukum. Pria tersebut menyerukan pembunuhan terhadap umat Islam dengan cara diracun gas, sebagaimana yang dilakukan rezim Nazi terhadap orang Yahudi pada masa Holocaust.

Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai meningkatnya sentimen anti-Muslim di Eropa. Seruan kekerasan yang merujuk pada metode pembantaian pada masa Holocaust juga dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi di Jerman pasca-Perang Dunia II.

Pernyataan bernada Islamofobia itu disampaikan oleh anggota CDU berusia 23 tahun dari Kota Krefeld, Jerman Barat, dalam sebuah video yang beredar di platform TikTok. Ucapan tersebut memicu kecaman keras dari internal partai.

"Sekarang mari kita serang Muslim dengan gas," ujar pria tersebut berdasarkan laporan jaringan editorial RND yang dikutip Anadolu Agency, Jumat (19/6/2026).

Dalam video TikTok tersebut, ia juga menyatakan jika memiliki kekuasaan, ia akan mengusir seluruh Muslim.

"Sebenarnya, saya lebih suka mereka dibunuh. Seperti diracuni gas atau semacamnya," katanya.

Berlin, kota dengan populasi Muslim terbanyak di Jerman

Read Entire Article
Politics | | | |