Pasokan Batu Bara Mulai Mengalir ke PLTU Jawa, PLN Percepat Pemulihan Sistem

9 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mulai memulihkan sistem kelistrikan di Pulau Jawa setelah pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulai disalurkan ke berbagai pembangkit strategis.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan alokasi batu bara kalori menengah dari pemerintah menjadi langkah penting untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan yang sempat mengalami gangguan.

"Kami mengapresiasi dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Dengan adanya alokasi batu bara kalori menengah dan arahan dari Bapak Menteri ESDM, PLN akan melakukan berbagai perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik dapat berjalan dengan lancar," kata Darmawan dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2026) malam.

Menurut dia, pasokan batu bara kalori menengah saat ini mulai mengalir ke PLTU milik PLN maupun pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Jawa.

"Saat ini, proses penyaluran batu bara kalori menengah mulai mengalir ke PLTU di sejumlah wilayah Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau Independent Power Producer (IPP)," ujarnya.

Untuk wilayah Jawa bagian barat, pasokan telah mulai disalurkan ke PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya Unit 1 hingga 5, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu. Sementara itu, di Jawa bagian timur pasokan mulai mengalir ke PLTU Paiton Unit 1 dan 2, PLTU Paiton Unit 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar.

Darmawan mengatakan PLN juga mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara yang telah mendapatkan penugasan dari pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan energi primer ke pembangkit dapat segera terpenuhi.

"Kami juga mengapresiasi para pemasok batu bara yang telah mendapatkan penugasan dari pemerintah dan telah menandatangani kontrak dengan PT PLN (Persero) maupun pembangkit milik mitra kami. Selain itu, kami mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara, terutama pemasok batu bara kalori menengah yang telah memperoleh penugasan dari pemerintah," katanya.

Ia menambahkan, PLN terus berkoordinasi secara intensif dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara guna mempercepat proses kontrak dan distribusi batu bara ke pembangkit.

"Dalam proses ini, kami berkoordinasi secara intensif dan berkelanjutan dengan tim Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara agar proses penandatanganan kontrak dapat berjalan cepat," ujar Darmawan.

Selain persoalan pasokan batu bara, PLN juga tengah menangani gangguan teknis pada dua pembangkit besar milik IPP yang sempat keluar dari sistem kelistrikan Jawa. PLN bersama mitra pembangkit saat ini mengerahkan tim teknis untuk mempercepat proses perbaikan sehingga kedua pembangkit tersebut dapat segera kembali beroperasi.

Dengan masuknya pasokan batu bara ke berbagai PLTU dan berlangsungnya proses pemulihan pembangkit, PLN berharap sistem kelistrikan Jawa dapat kembali pulih secara bertahap. "Kami juga mengapresiasi pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu proses perbaikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa," kata Darmawan.

Read Entire Article
Politics | | | |