PBN Resmi Dibentuk di Yogyakarta, Ahsanul Haq Pimpin Konsolidasi Kekuatan Diaspora Bawean Global

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gelombang kebangkitan diaspora Bawean kian menemukan bentuknya. Melalui semangat persatuan dan musyawarah mufakat, Perkumpulan Bawean Nusantara (PBN) resmi dibentuk sebagai wadah strategis yang tak sekadar merajut silaturahmi, tetapi juga menata masa depan masyarakat Bawean di tingkat nasional hingga internasional.

Paguyuban ini lahir dari inisiatif tujuh tokoh Bawean yang memiliki visi besar terhadap kemajuan daerah asalnya, yakni M. Yahya Zaini, Mustafa Kamal, M. Faisol, Dr. Zainun Nasihah Ghufron, Ahsanul Haq, Bahtiar Efendi, serta Akhmad Fatah Yasin (Afys). Mereka menyatukan gagasan dalam satu forum yang menegaskan pentingnya konsolidasi kekuatan diaspora Bawean yang selama ini tersebar di berbagai wilayah.

Dalam hasil musyawarah mufakat keluarga besar Bawean internasional, Ahsanul Haq dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Nasional PBN. Penunjukan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah gerak organisasi agar lebih terstruktur, progresif, dan berdampak nyata.

Salah satu inisiator PBN, Dr Zainun Nasihah Ghufron menegaskan bahwa kehadiran PBN bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan platform perjuangan kolektif untuk mengangkat potensi Bawean ke level yang lebih tinggi.

"PBN ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan. Kita ingin Bawean tidak hanya dikenal sebagai daerah asal, tetapi juga sebagai kekuatan intelektual, ekonomi, dan budaya yang diperhitungkan," ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini potensi besar masyarakat Bawean belum terkelola secara maksimal karena kurangnya wadah yang mampu mengintegrasikan berbagai elemen. Oleh karena itu, PBN hadir sebagai jembatan penghubung antar generasi, lintas profesi, dan lintas negara.

Menurutnya, fokus utama PBN mencakup penguatan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan. Selain itu, pelestarian tradisi, budaya, dan heritage leluhur juga menjadi pilar penting yang tidak boleh terabaikan di tengah arus modernisasi.

“Jangan sampai kita maju secara ekonomi, tetapi kehilangan identitas budaya. PBN ingin memastikan keduanya berjalan beriringan," katanya.

Lebih jauh, pembentukan PBN juga menjadi sinyal kuat bahwa diaspora Bawean mulai bertransformasi dari sekadar komunitas kultural menjadi kekuatan sosial yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Dengan jejaring yang tersebar di berbagai negara, PBN berpotensi menjadi motor penggerak kolaborasi global yang dapat membuka peluang investasi, pertukaran ilmu pengetahuan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia Bawean.

Ke depan, tantangan terbesar PBN bukan hanya menjaga soliditas internal, tetapi juga membuktikan bahwa organisasi ini mampu menghadirkan program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat Bawean, baik di tanah kelahiran maupun di perantauan.

Jika mampu dikelola dengan baik, PBN bukan hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga lokomotif perubahan yang membawa Bawean menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Read Entire Article
Politics | | | |