Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut revisi Undang-Undang (UU) Migas akan memuat skema petroleum fund untuk memperkuat pembiayaan eksplorasi hulu migas. Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Djoko menjelaskan, kebutuhan pendanaan eksplorasi selama ini sepenuhnya mengandalkan badan usaha dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Dukungan fiskal dari pemerintah dinilai masih sangat terbatas, padahal eksplorasi menjadi kunci menemukan cadangan besar guna mengejar target produksi jangka panjang.
“Saya dengar di revisi undang-undang sudah ada, Pak, dana dari produksi minyak sebagian dialokasikan untuk eksplorasi lagi. Petroleum fund, katanya,” ujar Djoko.
Ia menilai skema tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan investasi hulu migas. Selama ini, kegiatan eksplorasi berisiko tinggi dan membutuhkan modal besar, sementara tingkat keberhasilannya tidak selalu pasti.
Dalam rapat itu, Djoko juga menyinggung belum adanya dukungan langsung dari sisi anggaran negara untuk kegiatan eksplorasi yang dikelola SKK Migas. Seluruh aktivitas eksplorasi dan survei dilakukan melalui skema kontrak kerja sama dengan badan usaha.
Menurut Djoko, eksplorasi merupakan fondasi untuk menemukan cadangan baru sekaligus menahan laju penurunan alami produksi (natural decline). Tanpa temuan besar atau lapangan berkelas giant, target produksi satu juta barel per hari akan sulit dicapai.
Ia memaparkan, pada 2025 realisasi pengeboran eksplorasi mencapai 35 sumur. Pada 2026 ditargetkan 39 sumur dengan realisasi awal tiga sumur. SKK Migas juga menggulirkan program Triple 100 yang mencakup 100 sumur eksplorasi, 100 kegiatan multi-stage fracturing, serta 100 sumur pengembangan.
“Nah, hanya dengan eksplorasilah kita bisa mendapatkan big giant sehingga target satu juta barel per hari dapat tercapai,” kata Djoko.
Selain eksplorasi, delapan proyek hulu dijadwalkan on stream pada 2026 dengan total investasi 478 juta dolar AS. Tambahan produksi diproyeksikan sekitar 8.200 barel minyak per hari dan 214 MMSCFD gas.

2 hours ago
3














































