REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan jalur alternatif Medan–Berastagi di Kabupaten Karo untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi menjelang akhir pekan dan libur nasional. Gubernur Sumut Bobby Nasution menyatakan intervensi fisik jalur ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027 dan rampung pada 2028-2029.
"Target maksimal pengerjaan intervensi fisik ini mulai berjalan pada 2027 hingga selesai pada 2028–2029. Jalur alternatif ini difokuskan untuk kendaraan wisata atau roda enam ke bawah," ujar Bobby Nasution usai menerima Ikatan Cendekiawan Karo di Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu.
Jalur alternatif ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalur utama Jalan Jamin Ginting yang selama ini menjadi satu-satunya akses utama. Sementara itu, untuk jalur logistik tetap akan diarahkan melewati rute utama yang ada saat ini.
Fokus Kendaraan Wisata
Berastagi telah lama dikenal sebagai kota wisata di dataran tinggi Karo, berjarak sekitar 66 kilometer selatan Kota Medan. Kawasan ini menawarkan pesona alam dengan udara sejuk serta pemandangan dua gunung berapi aktif, yaitu Gunung Sibayak dan Sinabung.
"Sementara untuk jalur logistik, tetap kami arahkan melewati rute utama Jalan Jamin Ginting yang ada saat ini," kata Bobby menegaskan kebijakan pemisahan jalur berdasarkan fungsi kendaraan.
Pemprov Sumut tetap mendorong pembangunan jalan tol Medan–Berastagi agar masuk dalam cetak biru di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Namun, karena pembangunan jalan tol membutuhkan waktu yang panjang, Pemprov mengambil langkah cepat dengan mengintervensi sejumlah ruas jalan yang ada.
"Ruas jalan ini milik pemerintah pusat, provinsi, dan dua kabupaten, yakni Deli Serdang serta Karo untuk dijadikan jalur alternatif, khusus kendaraan wisata," jelasnya.
Intervensi Kawasan Wisata
Selain jalur alternatif, Bobby menilai intervensi kawasan wisata di Karo juga perlu dilakukan secara masif. Fokus pembenahan diarahkan pada kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi.
Pemprov Sumut menegaskan tidak akan membangun fasilitas komersial berskala besar seperti mal maupun hotel. Prioritas utama adalah pembenahan infrastruktur dasar kawasan.
"Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, seperti yang pernah kami lakukan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan," ujar Bobby.
Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Provinsi Sumut Chandra Dalimunthe menjelaskan pemetaan teknis sejumlah ruas yang diintervensi untuk mendukung jalur alternatif ini. Salah satunya adalah pelebaran ruas Medan–Namorambe–Sembahe.
"Mulai kawasan Simpang Poci di Jalan Jamin Ginting, kendaraan wisata diarahkan ke kiri menuju rute alternatif pelebaran jalan dari empat menjadi enam hingga delapan meter," kata Chandra.
Perwakilan Ikatan Cendekiawan Karo, Sukarya Sinulingga, menyambut positif rencana pembangunan dan pemetaan jalur alternatif ini. Menurutnya, skema tersebut berpotensi mengatasi sedikitnya empat titik kemacetan yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dari Karo menuju Medan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat Karo, kami sangat gembira dengan kabar ini. Tentunya kami akan terus mendukung pembangunan ini," ucapnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
9















































