Program Umrah ParagonCorp Telah Berangkatkan 5.000 Karyawan Sejak 2017

12 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bagi ParagonCorp, Program Umrah Paragonian lahir dari keinginan sederhana Founder ParagonCorp, untuk memberikan kesempatan kepada sebanyak-banyaknya Paragonian agar dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Kini lebih dari 5.000 karyawan telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui program umrah ParagonCorp.

Founder ParagonCorp, Nurhayati Subakat mengatakan, berlandaskan nilai Ketuhanan sebagai salah satu nilai utama perusahaan, ParagonCorp meyakini bahwa pertumbuhan manusia tidak hanya dibangun melalui pengembangan kompetensi profesional, tetapi juga melalui pengalaman yang memperkuat karakter, refleksi diri, dan nilai-nilai kebaikan.

“Memberangkatkan haji memiliki proses dan waktu tunggu tersendiri. Jadi ingin memberangkatkan Paragonian ke Tanah Suci sebanyak-banyaknya melalui umrah dulu,” kata Nurhayati melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Selasa (14/7/2026)

Ia menyampaikan, niat tersebut kemudian diwujudkan melalui program umrah ParagonCorp yang mulai berjalan sejak 2017. Program ini diberikan kepada karyawan yang telah memiliki masa kerja minimal tujuh tahun sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan perjalanan mereka bersama perusahaan.

Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni menambahkan, pemilihan masa kerja tujuh tahun bukan tanpa alasan. Pada awal perancangan program, ParagonCorp melakukan pemetaan masa kerja karyawan untuk menemukan titik yang memungkinkan kesempatan tersebut diberikan kepada lebih banyak Paragonian.

“Waktu itu Ibu Nur menyebut angka tujuh tahun. Setelah dilakukan pemetaan masa kerja oleh tim HR, ternyata pas, tujuh tahun menjadi titik terbanyak masa kerja Paragonian saat itu,” ujar Astri.

Melalui pendekatan tersebut, Astri mengungkapkan, program umrah ParagonCorp dirancang sebagai bentuk apresiasi yang inklusif, tanpa membedakan jabatan maupun fungsi pekerjaan. Kesempatan diberikan kepada berbagai lini Paragonian, mulai dari Beauty Advisor, operator produksi, tenaga pendukung operasional, staf kantor, hingga jajaran manajemen.

Read Entire Article
Politics | | | |