Ramadhan tanpa Drama Perut: Ini Tips Agar Pencernaan Nggak 'Ngambek' Saat Puasa

1 hour ago 4

Sakit perut (ilustrasi). Perubahan pola makan yang drastis, durasi perut kosong yang mencapai belasan jam, hingga pilihan menu berbuka yang terkadang terlalu berani seperti gorengan atau santan kental saat buka puasa berisiko memicu sembelit dan kembung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan pola makan yang drastis, durasi perut kosong yang mencapai belasan jam, hingga pilihan menu berbuka yang terkadang terlalu "berani" seperti gorengan atau santan kental saat buka puasa berisiko memicu sembelit dan kembung. Namun, perut begah bukanlah harga mati yang harus dibayar saat berpuasa.

Dengan nutrisi yang tepat sejak waktu sahur, Anda bisa memastikan sistem metabolisme tetap berjalan mulus hingga waktu berbuka tiba. Ahli gizi dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengatakan kunci utama kelancaran pencernaan terletak pada bagaimana kita mencukupi kebutuhan serat harian yang mencapai 25 hingga 30 gram. Tantangannya memang nyata, mengingat waktu makan besar kini hanya terbatas pada dua kali saja, yakni sahur dan berbuka.

Dokter Rita menyarankan agar kita tidak hanya terpaku pada kuantitas, tapi juga kualitas jenis makanan yang dikonsumsi. “Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” ujarnya pada Rabu (18/2/2026).

Kandungan enzim alami pada pepaya berperan besar dalam memecah sisa-sisa protein makanan, sehingga mempercepat kerja sistem pencernaan yang melambat selama berpuasa. Ada beberapa pilihan primadona untuk menjaga kesehatan saluran cerna:

-Pepaya dan buah naga: Keduanya dikenal karena kandungan enzim dan serat larut yang tinggi, sangat efektif mencegah sembelit dan memperlancar buang air besar.

-Alpukat: Mengandung lemak tak jenuh yang sehat bagi lambung sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama karena proses pencernaannya yang stabil.

-Bayam dan wortel: Sayuran ini relatif ringan bagi lambung, mudah diolah, dan sangat praktis untuk dipadukan dengan berbagai menu utama tanpa menyebabkan kembung.

-Labu siam dan ketimun: Memiliki kadar air yang tinggi yang membantu hidrasi tubuh dari dalam sekaligus mendinginkan sistem pencernaan.

-Protein nabati dan umbi-umbian: Jangan lupakan kacang-kacangan dan umbi seperti ubi jalar yang mengandung serat lebih tinggi dibandingkan karbohidrat olahan seperti tepung terigu.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |