Komisi IV DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan monitoring ke TPS3R Kota Cimahi, Kamis (12/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cimahi memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber. Upaya tersebut dinilai mampu menekan signifikan volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti di tengah kondisi darurat sampah yang melanda Jawa Barat.
Apresiasi itu disampaikan usai kunjungan monitoring Komisi IV ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kota Cimahi, Kamis (12/2/2026). Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Prasetyawati menyebut produksi sampah Kota Cimahi mencapai 230 ton per hari.
Namun, melalui sistem pemilahan yang konsisten, volume sampah yang dikirim ke Sarimukti berhasil ditekan menjadi sekitar 110 ton per hari.
“Sistemnya sudah berjalan cukup baik. Dari tingkat RW diterapkan pemilahan berbasis hari, antara sampah organik dan anorganik dibuang pada hari yang berbeda. Artinya, pemilahan sudah dilakukan dari sumbernya,” ujar Prasetyawati.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi IV melihat langsung proses pengolahan sampah organik yang dicacah dan dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Sementara sampah anorganik seperti plastik diolah menjadi biji plastik yang memiliki nilai ekonomis. Adapun residu yang tidak dapat dimanfaatkan tetap dikirim ke TPA Sarimukti.
Meski demikian, Komisi IV juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan incinerator yang telah tersedia. Hingga kini, alat tersebut belum dioperasikan lantaran adanya regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait larangan pembakaran sampah serta potensi emisi berbahaya, seperti dioksin.
Menurut Prasetyawati, perlu dilakukan uji emisi dan evaluasi teknologi secara komprehensif agar incinerator dapat berfungsi tanpa menimbulkan dampak lingkungan.
“Peralatannya sudah ada. Tinggal bagaimana dilakukan pengujian dan penyempurnaan agar emisi yang dihasilkan aman dan tidak membahayakan masyarakat,” katanya.
Komisi IV DPRD Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan kapasitas pengolahan sampah, termasuk penguatan teknologi, pelatihan pengelola TPS3R, serta sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjawab tantangan darurat sampah di Jawa Barat.

3 hours ago
7














































