Situbondo Naik Kelas: Satu Tahun Kepemimpinan Rio-Ulfiyah dalam Sorotan

3 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seperti kapten yang mengarahkan kapal di lautan ganas, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ulfiyah memulai perjalanan kepemimpinan mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati Situbondo tepat satu tahun lalu. Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025, pasangan muda kelahiran 1984 ini, keduanya berusia 41 tahun, langsung mengabdikan diri untuk "Kota Santri" ini.

Dengan jargon "Situbondo Naik Kelas", mereka bukan sekadar memimpin, melainkan menanam benih perubahan yang akarnya merambah ke pola pikir masyarakat, seperti angin segar yang menyapu kabut kemunduran. Analisis ini mengurai pencapaian mereka secara runtut: dari transformasi UMKM sebagai fondasi ekonomi, lonjakan investasi sebagai pendorong akselerasi, hingga pelestarian budaya sebagai jembatan masa lalu dan masa depan, semua demi menurunkan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan.

Deklarasi "Kabupaten UMKM" sebagai Juru Selamat

Empat bulan pasca-pelantikan, pada Juli 2025, Rio dan Ulfiyah mendeklarasikan Situbondo sebagai "Kabupaten UMKM", sebuah langkah visioner yang dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Y. Moraza. Ini bukan slogan hampa, melainkan komitmen nyata: kemudahan perizinan bagi usaha mikro dan kecil, akses permodalan, serta pelatihan pemasaran digital.

Seperti bibit yang disiram hujan deras, pelaku UMKM tumbuh pesat dari 30 ribu menjadi 38 ribu. Bupati Rio meyakini UMKM sebagai kunci utama melawan kemiskinan, terutama saat kebijakan efisiensi anggaran pusat menekan daerah.

Hasilnya? Pertumbuhan ekonomi melonjak: 5,95% pada triwulan II/2025 dan 6,16% pada triwulan III/2025, melebihi rata-rata Provinsi Jawa Timur (5,22%) dan nasional (5,04%). Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun merosot dari 3,15% pada 2024 menjadi 3,02% pada 2025, mencerminkan pasar kerja yang semakin lapar menyerap tenaga baru, seperti sungai yang mengalir deras membawa harapan bagi ribuan jiwa di kabupaten berpenduduk 700 ribu ini.

"Situbondo Investor Day" sebagai Jembatan Emas

Tak berhenti di UMKM, Rio-Ulfiyah meluncurkan "Situbondo Investor Day", sebuah gerbang megah yang menghubungkan kekayaan alam daerah dengan investor haus peluang. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri pengolahan dipromosikan sebagai ladang subur.

Untuk memperkuat daya saing, Pemkab mempercepat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Insentif Investasi, memudahkan alur birokrasi seperti membuka pintu lebar bagi tamu kehormatan. Dampaknya dramatis: realisasi investasi 2025 mencapai Rp1 triliun, naik 66% dari Rp590 miliar pada 2024. Investasi terbesar datang dari modernisasi Pabrik Gula Assembagoes senilai Rp800 miliar, disusul PMA di pengolahan rumput laut di Kecamatan Kendit dan Banyuglugur.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |