REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turki mengumumkan keberhasilan uji coba rudal balistik TAYFUN Block-3 yang mampu menghantam sasaran bergerak di laut. Keberhasilan ini dinilai sebagai lompatan penting dalam pengembangan rudal balistik anti-kapal (anti-ship ballistic missile/ASBM) dan berpotensi menjadikan Turki sebagai negara anggota NATO pertama yang mendemonstrasikan kemampuan tersebut.
Uji coba dilakukan di lapangan tembak Sinop, di pesisir Laut Hitam, dan diumumkan pada 4 Juli 2026 oleh Kepala Kepresidenan Industri Pertahanan Turki, Prof. Dr. Haluk Gorgun. Dalam pernyataannya, Görgün menyebut rudal berhasil mengenai target maritim yang sedang bergerak dengan tingkat akurasi tinggi. Video yang dirilis pemerintah Turki memperlihatkan sasaran berhasil dihantam secara presisi.
Meski demikian, pemerintah Turki belum mengungkap rincian teknis pengujian tersebut, termasuk jarak tembak, kecepatan sasaran, maupun sistem pemandu terminal yang digunakan untuk mengunci target.
TAYFUN merupakan rudal balistik buatan perusahaan pertahanan Turki, Roketsan, yang saat ini menjadi rudal dengan jangkauan terjauh yang dikembangkan secara domestik. Program ini pertama kali diuji pada 2022 dan terus mengalami pengembangan melalui berbagai varian. Pada ajang pameran pertahanan IDEF 2025, Turki juga memperkenalkan varian hipersonik TAYFUN Block-4.
Dalam pengujian terbaru, TAYFUN Block-3 dilaporkan berhasil menghantam sasaran maritim bergerak berukuran sekitar tujuh meter. Di kalangan analis pertahanan, kemampuan mengenai target sekecil itu menggunakan rudal balistik dinilai menunjukkan kemajuan signifikan pada sistem pemandu terminal dan akurasi serangan fase akhir.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi demonstrasi publik pertama Turki menggunakan rudal balistik untuk menyerang sasaran di laut. Apabila kemampuan ini nantinya benar-benar dioperasikan secara penuh, Turki diperkirakan menjadi negara NATO pertama yang memiliki kemampuan rudal balistik anti-kapal.
Meski demikian, otoritas Ankara belum mengonfirmasi status operasional TAYFUN Block-3 maupun doktrin penggunaannya dalam operasi angkatan laut.
Sejauh ini pemerintah Turki juga belum memublikasikan data mengenai profil penerbangan, jangkauan pengujian, maupun parameter performa rudal selama uji coba berlangsung.
Berdasarkan pernyataan resmi dan penilaian sejumlah analis pertahanan, TAYFUN Block-3 melesat dengan kecepatan hipersonik atau lebih dari Mach 5 pada fase terminal sebelum menghantam sasaran. Kemampuan mempertahankan kecepatan tersebut sambil mengunci target laut yang bergerak dinilai membutuhkan sistem pencari (terminal seeker) yang mampu bekerja dalam kondisi panas ekstrem akibat gesekan udara dan gangguan plasma.

2 weeks ago
29














































