REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi pengendara di Jakarta, jalan rusak dan berlubang bukan sekadar gangguan, melainkan ancaman nyata yang dapat merusak kendaraan, menyebabkan kecelakaan, hingga membahayakan keselamatan jiwa. Kondisi ini semakin parah saat musim hujan, di mana lubang yang terendam air sering kali tak terlihat.
Menyikapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan ruas-ruas jalan yang rusak akibat curah hujan tinggi dapat segera diperbaiki. Saat meninjau lokasi perbaikan di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, Rano menegaskan Dinas Bina Marga telah dan akan terus bergerak tanpa menunggu instruksi. "Pak Gubernur sudah memberi instruksi bahwa tidak perlu disuruh, ada jalan rusak segera perbaiki," kata dia. Perbaikan di musim hujan ini bersifat darurat dan sementara menggunakan aspal instan (cold mix), dengan rencana perbaikan permanen setelah cuaca membaik. "Kepada warga Jakarta, mohon maaf terpaksa kami menyicil kerjanya," ujar Rano.
Di sisi lain, jalan yang berkualitas dan terpelihara memiliki peran strategis. Jaringan jalan yang baik meningkatkan keterhubungan antarkawasan, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mempersingkat waktu tempuh. Konektivitas yang efisien ini merupakan tulang punggung kota yang produktif.
Lebih dari itu, infrastruktur jalan yang memadai menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Jalan yang baik menarik investasi, mendorong perkembangan usaha di sepanjang koridor transportasi, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Pada akhirnya, ini menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing wilayah secara keseluruhan.
Selain penanganan darurat, Pemprov DKI juga melakukan pemeliharaan berkala untuk jalan yang masih baik serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak seperti PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, dan PAM Jaya untuk menangani kerusakan akibat proyek utilitas. Berdasarkan data Dinas Bina Marga, upaya perbaikan telah dilakukan secara masif. Pada periode 1 hingga 26 Januari 2026, penanganan dilakukan di 6.381 titik, yang dilanjutkan dengan 2.147 titik pada 27 Januari hingga 2 Februari 2026. Dengan demikian, total 8.528 titik jalan telah ditangani di seluruh DKI Jakarta dalam kurun waktu tersebut.
sumber : Antara

3 hours ago
4














































