Angin Berbalik Arah, Giliran AS dan Israel Khawatirkan Iran Lebih Dulu Lancarkan Serangan

2 hours ago 4

Warga Iran berjalan di samping papan reklame bertuliskan Iran Tanah Air Kami di Lapangan Enqelab di Teheran, Iran, 13 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Kepala Pusat Komando Amerika Serikat (AS) Jenderal Brad Cooper dilaporkan telah tiba di Israel untuk bertemu dengan kepemimpinan militer Israel di tengah terus meningkatnya eskalasi ketegangan dengan Iran. Berdasarkan laporan media Israel dilansir Albawaba, Selasa (27/1/2026), jadwal Cooper di Tel Aviv termasuk diskusi dengan Kepala Staf Eyal Zamir dan Komandan Angkatan Udara Israel Tomer Bar.

Menurut media Israel, kunjungan Brad Cooper terjadi di saat Israel bergulat dengan potensi serangan pendahuluan dilancarkan oleh Iran. Menurut Yedioth Ahronoth, Iran berpotensi melancarkan serangan lebih dulu lantaran terus bertambahnya jumlah armada AS yang tiba mendekati kawasan Teluk. 

Pekan lalu, militer Israel telah mengumumkan bahwa semua Angkatan Udara Israel dalam posisi waspada penuh. Kesiapsiagaan ini mengindikasikan bahwa intervensi AS lewat serangan militer ke Iran masih mungkin terjadi.

Sementara, Channel 12 Israel melaporkan bahwa utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner juga akan mengunjungi Israel pada Sabtu pekan ini. Pertemuan mereka dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadi tanda koordinasi diplomasi dan militer terkait Iran meningkat.

Menurut laporan the New York Times (NYT), Senin (26/1/2026), kapal induk USS Abraham Lincoln akan siap melakukan operasi terhadap Iran dalam 1-2 hari. Pasukan AS juga dilaporkan telah mengirimkan belasan pesawat tempur tambahan untuk memperkuat kelompok penyerang mereka di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, dengan mengutip seorang pejabat AS, Fox News melaporkan bahwa kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab CENTCOM di Samudra Hindia. Pada 22 Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak menuju Iran "untuk berjaga-jaga."

Trump menolak memberikan jawaban pasti atas pertanyaan apakah opsi intervensi militer di Iran telah dihapus. Dia hanya mengatakan bahwa dia tidak dapat mengatakan apa yang akan terjadi di masa depan. 

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti, Anadolu

Read Entire Article
Politics | | | |