Pembangunan akses Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/9/2025). Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol akses Yogyakarta-Bawen Seksi 6 sepanjang 5,2 km di ruas Kabupaten Semarang dengan nilai investasi Rp1,67 triliun tersebut telah mencapai 75,7 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2025 guna mendukung konektivitas antar daerah serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5 persen pada periode 2025–2026, sebelum meningkat ke level 5,2 persen pada 2027. Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025.
“Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia masih cukup tangguh. Pertumbuhan PDB bertahan di kisaran 5 persen per tahun, setara dengan tahun-tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara berpendapatan menengah. Ini merupakan kabar baik,” ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Proyeksi terbaru tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi dalam laporan IEP edisi Juni 2025, yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 persen pada 2025, 4,8 persen pada 2026, dan 5 persen pada 2027.
Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh peningkatan investasi dan ekspor yang mampu mengimbangi tren konsumsi swasta yang sedikit melemah.
Kenaikan proyeksi pertumbuhan tersebut juga didukung oleh peningkatan investasi secara bertahap, termasuk investasi negara melalui Danantara, pelonggaran kebijakan moneter untuk mendorong kredit sektor swasta, serta arus penanaman modal asing (PMA). Inflasi yang rendah dan stimulus fiskal diperkirakan turut menopang konsumsi swasta.
Meski demikian, Carolyn menilai tantangan di pasar tenaga kerja masih membebani kesejahteraan rumah tangga di Indonesia. Indikator pasar tenaga kerja menunjukkan masih adanya persoalan kualitas pekerjaan, khususnya bagi generasi muda.
Pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, tingkat penyerapan tenaga kerja meningkat sebesar 1,3 persen. Namun, seluruh tambahan lapangan kerja tersebut berasal dari sektor-sektor dengan tingkat upah yang lebih rendah.
sumber : ANTARA

1 month ago
39















































