Ciri-Ciri Orang yang Disayang Allah

17 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Alquran, Allah SWT menjelaskan ciri-ciri manusia yang dirahmati-Nya. Mereka adalah orang-orang yang beruntung lantaran menjadi hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang ('ibad ar-Rahmaan).

Alquran surah al-Furqan ayat ke-63 hingga 74 menjelaskan ciri-cirinya. Apa sajakah itu?

Rendah hati dan tenang jalani hidup

Sifat demikian sesuai dengan yang disebut dalam firman Allah:

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا …

"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati …" (QS al-Furqan ayat 63).

Akhlak seorang 'ibad ar-Rahmaan itu penuh ketenangan, sakinah, serta tidak gelisah dalam menjalani hidup. Ia akan menjauhi setiap hal-hal yang berpotensi menimbulkan pertikaian atau perselisihan. Bahkan, ia cenderung membawa kedamaian di manapun berada.

Ucapannya mengandung doa

Allah berfirman:

…وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

"Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan" (QS al-Furqan ayat 63).

'Ibad ar-Rahmaan ketika ada orang yang mencaci atau memakinya tidak membalas dengan cacian dan makian pula. Mereka justru menyikapinya dengan penuh ketenangan dan menyampaikan kata-kata yang baik kepada para penghina.

Gemar shalat malam

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

"Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka" (QS al-Furqan ayat 64).

Hamba Allah ini selalu bangun malam untuk melaksanakan ibadah sunah. Mereka rukuk dan sujud dalam shalat qiyam al-lail serta berdoa kepada Allah, memohon kabul atas keinginannya.

Takut akan neraka

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

"Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal'" (QS al-Furqan ayat 65).

'Ibad ar-Rahmaan memiliki rasa takut akan siksa neraka jahanam. Mereka pun senantiasa berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari azab tersebut. Itu sebabnya, para auliya dan sahabat Nabi SAW sampai meneteskan air mata saking takutnya pada azab neraka.

Bersedekah

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian" (QS al-Furqan ayat 67).

Seorang 'ibad ar-Rahmaan senang bersedekah. Namun, ketika bederma, ia tidak berlebihan. Tidak pula dirinya pelit, semisal memiliki harta banyak, tetapi hanya bersedekah beberapa ratus rupiah. Hamba Allah ini akan bersedekah secara wajar, sesuai kadar kemampuan.

Tidak syirik

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ …

"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah …" (QS al-Furqan ayat 68).

Seorang hamba Allah tidak akan menyekutukan Allah dengan suatu apapun. Maka dari itu, jangan mempercayai dukun atau pun peramal yang dapat menjatuhkan diri pada kemusyrikan.

Tidak membunuh

Allah berfirman:

وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ

"… Tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, …" (QS al-Furqan ayat 68).

Membunuh manusia merupakan dosa besar. Karena itu tidak boleh bagi seorang Muslim menghilangkan nyawa orang lain, terlebih yang sesama Mukmin.

Tidak berzina

Allah berfirman:

وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

"… Dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)" (QS al-Furqan ayat 68).

Seorang 'ibad ar-Rahmaan tidak akan berzina. Ia pun menjauhi hal-hal yang berpotensi mendekatkan diri kepada dosa besar itu.

Tidak sumpah palsu

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ…

"Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, …" (QS al-Furqan ayat 72).

Hamba Allah ini akan berkata dengan jujur. Dirinya tidak bersumpah palsu sehingga lebih mementingkan kebenaran terungkap.

Read Entire Article
Politics | | | |