Digital Leadership: Gaya Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Era Transformasi

3 hours ago 4

Image Ditari Nur’Aeni

Eduaksi | 2026-02-18 13:18:26

Gaya Kepemimpinan Digital Leadership

Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Hampir semua sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga pemerintahan, terdampak oleh perkembangan teknologi. Perubahan ini menuntut organisasi untuk bergerak lebih lincah dan responsif. Namun di balik semua sistem dan teknologi yang canggih, tetap ada satu faktor penentu keberhasilan: kepemimpinan.

Pemimpin di era digital tidak bisa lagi mengandalkan cara lama. Dunia berubah terlalu cepat untuk dipimpin dengan pola yang kaku.

Digital leadership bukan sekadar memahami teknologi, tetapi juga memiliki pola pikir terbuka terhadap inovasi. Seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan berbasis data, memahami dinamika pasar digital, serta membangun komunikasi yang efektif meskipun tim bekerja secara jarak jauh.

Dalam konteks manajemen, ini berkaitan dengan kemampuan mengelola perubahan (change management). Banyak organisasi gagal bukan karena kurangnya teknologi, tetapi karena resistensi terhadap perubahan. Pemimpin yang adaptif akan melibatkan tim dalam proses transformasi, bukan memaksakan perubahan secara sepihak.

Selain itu, empati juga menjadi aspek penting. Di tengah sistem yang semakin otomatis, sentuhan manusia tetap dibutuhkan. Pemimpin yang mampu menyeimbangkan kecanggihan teknologi dan pendekatan humanis akan lebih mudah membangun kepercayaan timnya.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan arah organisasi tetaplah manusia yang memimpinnya. Digital leadership yang adaptif, terbuka, dan humanis menjadi kunci agar organisasi tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.

(Penulis : Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |