Surveillance Capitalism, Membangun Keuntungan dengan Komputasi Data

3 hours ago 5

Belanja Online. Ilustrasi

Oleh : Qomaruddin SE M Kesos, Sekretaris DPC Partai Demokrat Lamongan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Era digital yang telah memberikan dampak cukup dahsat dalam bentuk transformasi besar pada peradaban manusia, telah merubah cakrawala manusia yang duluhnya didesain hanyan dengan asupan informasi konfensional, seperti membaca buku, membaca media cetak serta media elektronik, kini tidak cukup bisa mengimbangi derasnya perubahan era digital.

Instrumen-instrumen tersebut tidaklah suport dalam mendorong kecerdasan manusia. Prangkatnya masih sangat manual jika dibanding dengan era digital sekarang.

Kini common sense manusia dikonstruksi oleh kecanggihan digital berupa artificial intelligance (AI). AI mampu mensajikan berbagai macam permintaan manusia, bahkan serumit apapun permintaanya AI mampu memenuhinya.

Namun begitu, jika menelaah tentang dahsyatnya era digital sekarang ini. Sungguh luar bisa impact pada kehidupan sosial sekarang, situasi yang penuh dengan ketidakjelasan (uncertainty), situasi tersebut membuat manusia yang tidak memiliki perangkat pengetahuan yang cukup membuat confiuce dalam memberikan tindakan.

Sehingga disparitas pengetahuan terbentuk cukup kontras. Tidak hanya pada konstruksi berpikir saja, tapi pada pola-pola perubahan sistem yang cukup revolusioner dan tanpa disadari telah mengeksploitasi kehidupan kita. Dalam pandangan Shoshana Zuboff dalam bukunya The Age of surveillance Capitalism the fight for a Human future at the new frontier of power.

Melalui buku setebal 704 halaman tersebut, profesor lulusan Harvard Business School ini mengungkapkan kegelisahannya mengenai masa depan manusia di tengah perkembangan teknologi, salah satunya teknologi informasi.

Dalam perkembanganya teknologi informasi telah dikuasi oleh perusahaan-perusahaan raksasa (the big corporation), seperti Google, Facebook, You Tube, Tik Tok, IA chatGPT mau

pun platform-platform lainnya.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Politics | | | |