REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Hujan yang mengguyur Kota Yogyakarta sejak siang hari, tak menyurutkan antusiasme warga untuk memadati Kampoeng Ramadhan Jogokariyan yang resmi dibuka pada Rabu (18/2/2026). Suasana begitu semarak di hari pertama penyelenggaraan yang ke-22 tahun ini.
Saat mendatangi Masjid Jogokariyan, Republika melihat jalan-jalan di sekitar Masjid Jogokariyan dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Mereka datang untuk berbuka puasa, berburu takjil, dan menikmati suasana khas Ramadhan di Jogokariyan.
Selain itu, lampu yang menempel di sepanjang jalan, dekorasi Ramadhan, dan aroma makanan membuat suasana semakin hangat dan penuh keceriaan. Deretan stan UMKM, sekitar 400 pedagang, menjajakan berbagai makanan dan minuman khas Ramadhan, mulai dari kolak pisang, es buah, hingga gorengan dan makanan berat.
"Alhamdulillah, pada hari ini kita mengadakan buka puasa yang pertama. Tahun ini kita setiap harinya menyediakan 3.800 porsi berbuka setiap harinya. Dan kemudian akan diramaikan oleh sekitar 400 UMKM yang akan berjualan di sekitar Jogokariyan," kata Ketua Panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Muhammad Falah Akbar, Rabu (18/2/2026).
Akbar mengatakan, pembagian porsi makanan buka puasa itu ditujukan kepada siapa saja, tidak terbatas hanya warga sekitar. Menu di hari pertama ini adalah gulai ayam dilengkapi dengan telur, sambal dan kerupuk. Ia menyampaikan, masakan disiapkan 28 kelompok ibu-ibu PKK, yang sebagian besar memasak di rumah masing-masing dan menanak nasi di masjid mulai siang hari.
Semua makanan disajikan di piring itu rupanya bukan tanpa alasan. Panitia ingin mengurangi sampah bungkus makanan, sekaligus mendorong jamaah berbuka puasa di masjid dan melanjutkan sholat Maghrib berjamaah. Tim khusus juga telah disiapkan untuk mencuci ribuan piring tersebut setelah berbuka.
"Untuk menu lengkapnya bisa dicek di akun Instagram Masjid Jogokariyan," katanya.
"Insya Allah setiap harinya habis. Kalaupun (tidak), kalau hujan kan mungkin agak sepi itu. Biasanya kita bagi-bagikan ke warga sekitar dan juga biasanya masih bisa dihangatkan kemudian dimakan setelah tarawih untuk dihidangkan kembali setelah tarawih," ucap Akbar menambahkan.

3 hours ago
5








































