MAN 2 Bantul
Eduaksi | 2026-02-18 10:30:12
Bantul (MAN 2 Bantul) – Dalam rangka memperkaya wawasan kebangsaan dan memperdalam pemahaman sejarah perjuangan bangsa, siswa MAN 2 Bantul melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Benteng Vredeburg pada pekan ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang dirancang agar siswa tidak hanya memahami sejarah melalui buku teks, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
Kunjungan ini diikuti oleh siswa dengan didampingi guru mata pelajaran sejarah dan wali kelas. Sejak pagi, rombongan berangkat dari madrasah dengan penuh antusias. Setibanya di lokasi, siswa disambut dengan suasana bangunan bersejarah yang berdiri kokoh di kawasan nol kilometer Kota Yogyakarta. Benteng peninggalan kolonial ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Dalam sesi tur edukasi, siswa diajak menyusuri ruang-ruang diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa penting sejarah nasional, mulai dari masa penjajahan Belanda, kebangkitan nasional, proklamasi kemerdekaan, hingga perjuangan mempertahankan kedaulatan. Penjelasan dari pemandu museum membantu siswa memahami alur peristiwa secara runtut dan menyeluruh. Visualisasi diorama yang detail membuat siswa lebih mudah membayangkan situasi dan kondisi pada masa perjuangan.
Guru pendamping menyampaikan bahwa pembelajaran di luar kelas seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan rasa cinta tanah air. Menurutnya, melihat langsung bukti sejarah akan memberikan kesan mendalam dibandingkan hanya membaca materi di buku. Kegiatan ini juga selaras dengan upaya madrasah dalam membentuk karakter siswa yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa nasionalis.
Para siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan kepada pemandu, terutama terkait peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 dan peran Yogyakarta sebagai ibu kota negara pada masa revolusi. Diskusi yang terjadi menunjukkan bahwa siswa tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi juga sebagai pembelajar yang kritis. Beberapa siswa bahkan mencatat poin-poin penting sebagai bahan refleksi dan laporan kegiatan.
Salah satu siswa mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan pengalaman berbeda dan lebih menyentuh. Ia merasa lebih memahami betapa besar pengorbanan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Melihat langsung gambaran perjuangan melalui diorama dan dokumentasi sejarah membuatnya semakin menghargai jasa para pendahulu bangsa.
Selain memperdalam materi sejarah, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab siswa selama berada di luar lingkungan madrasah. Guru menekankan pentingnya menjaga sikap, ketertiban, serta menghormati tempat bersejarah sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan.
Melalui kunjungan ke Museum Vredeburg Yogyakarta ini, MAN 2 Bantul berharap siswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran sejarah yang dekat dan nyata diharapkan mampu membentuk generasi muda yang menghargai masa lalu, memahami masa kini, dan siap membangun masa depan bangsa dengan penuh tanggung jawab. (FES)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

3 hours ago
5







































