Strategi keuangan yang cermat diperlukan untuk menyiasati potensi lonjakan harga akomodasi dan transportasi yang kerap terjadi saat musim liburan. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Strategi keuangan yang cermat diperlukan untuk menyiasati potensi lonjakan harga akomodasi dan transportasi yang kerap terjadi saat musim liburan. Data historis menunjukkan harga tiket pesawat ke destinasi populer dapat melonjak 30 hingga 40 persen apabila dipesan mendekati musim puncak (peak season), sehingga perencanaan sejak awal tahun menjadi kunci penghematan.
Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia Lanny Hendra menjelaskan strategi keuangan liburan perlu berfokus pada prinsip menjaga likuiditas sekaligus memaksimalkan pengalaman. Ia menekankan agar aktivitas berlibur tidak mengganggu tujuan keuangan jangka panjang.
Salah satu poin krusial yang disoroti Lanny adalah pentingnya menjaga jaring pengaman finansial. Ia mengingatkan agar anggaran liburan tidak mengambil porsi dana cadangan.
“Pisahkan dana darurat. Jaga dana darurat tetap utuh dan pastikan sumber pendanaan liburan tidak mengganggu alokasi rutin investasi,” ujar Lanny melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/1/2026).
Lanny juga memberikan tips teknis terkait penganggaran. Ia menyarankan masyarakat menetapkan bujet liburan dalam setahun penuh berdasarkan destinasi dan mata uang, lalu membaginya ke dalam pos liburan utama dan liburan singkat.
“Pesan tiket lebih awal. Amankan kursi penerbangan jarak jauh lebih awal (golden hour) untuk menghemat harga secara signifikan,” tambahnya.
Selain itu, pengelolaan arus kas dapat disiasati dengan memanfaatkan fasilitas cicilan nol persen agar pembayaran lebih ringan. Pentingnya pengelolaan dana liburan ini sejalan dengan tren perilaku masyarakat kelas atas. Berdasarkan laporan internal HSBC, sebanyak 43 persen masyarakat kelas menengah atas (affluent) di Indonesia kini menempatkan liburan sebagai salah satu tujuan keuangan utama.
“Kehadiran HSBC ANA Travel Fair merupakan bagian dari komitmen HSBC Indonesia dalam pilar gaya hidup (lifestyle) yang melengkapi pilar pengelolaan kekayaan (wealth management) dan pilar internasional sebagai tiga pilar proposisi utama bagi nasabah Premier,” jelas Lanny.
Sebagai implementasi dari perencanaan tersebut, antusiasme pasar terlihat meningkat di awal tahun. Dalam gelaran HSBC ANA Travel Fair 2026 yang berlangsung pada 22–25 Januari 2026 di Jakarta, tercatat kenaikan nilai transaksi sesi pre-sale sebesar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ajang ini dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh harga kompetitif, seperti tiket ke Jepang mulai Rp 3,9 juta dan Amerika Serikat mulai Rp 8,6 juta.
Dari sisi maskapai, Chief Representative ANA Jakarta Tetsuma Fujii memastikan kesiapan layanan di tengah lonjakan permintaan. “Strategi kami pada 2026 berfokus pada pemenuhan ekspektasi konsumen Indonesia dengan mengacu pada Japanese Quality,” ujar Tetsuma.

2 hours ago
4















































