JPO Ancol-JIS Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Mei

3 hours ago 4

Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan pembangunan JPO yang menghubungkan antara Ancol dan JIS, Ahad (25/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jakarta memulai pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan kawasan Ancol dengan Jakarta International Stadium (JIS). Proyek yang dikerjakan melalui kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) bertujuan memperbaiki akses pejalan kaki menuju kawasan JIS.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, JPO sepanjang 466 meter tersebut diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat terkait keterbatasan konektivitas menuju JIS, terutama saat berlangsung acara berskala besar. Pembangunan JPO ditargetkan selesai pada Mei 2026 dan mulai digunakan penuh pada Juni.

“Pembangunan ini diharapkan akan selesai bulan Mei, sehingga dengan demikian bulan Juni kita bisa gunakan sebagai aktivitas secara menyeluruh,” kata Pramono di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Ahad (25/1/2026).

Selama ini, keterbatasan area parkir di sekitar JIS kerap menjadi kendala bagi pengunjung. Dengan adanya JPO, pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat memarkir kendaraan di Ancol dan melanjutkan perjalanan ke JIS dengan berjalan kaki.

Pramono menyebut keberadaan JPO ini akan terintegrasi dengan pembangunan Stasiun KRL JIS yang ditargetkan rampung pada April 2026. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat akses transportasi publik menuju kawasan JIS dan Ancol.

“Sehingga pada bulan Juni, ketika ulang tahun Jakarta dan kegiatan diadakan di JIS atau Ancol, masyarakat akan lebih mudah hadir,” ujarnya.

Setelah seluruh akses tersedia, Pramono meminta pengelola JIS dan Ancol mengoptimalkan pemanfaatan kawasan tersebut untuk berbagai kegiatan. Ia menilai JIS dan Ancol memiliki potensi besar sebagai lokasi acara olahraga maupun hiburan berskala besar.

“Dengan KRL dan Transjakarta yang sudah tersedia, orang akan lebih mudah datang ke JIS. Kawasan ini ke depan bisa menjadi area yang menjanjikan,” kata Pramono.

Read Entire Article
Politics | | | |