REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Operasi Tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk mencari korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dilanjutkan pada Selasa (27/1/2026). Masih ada puluhan korban yang dilaporkan belum ditemukan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi pencarian korban hilang menurut regulasi dilakukan selama tujuh hari. Namun untuk peristiwa longsor di Desa Pasirlangu ini akan dilakukan selama 14 hari mengikuti masa tanggap darurat bencana yang sudah ditetapkan Pemkab Bandung Barat.
"Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Pelaksanaan operasi SAR mengacu pada kebijakan tersebut dengan kendali misi berada pada Kepala Kantor SAR Bandung. Evaluasi hari ketujuh akan menentukan pola operasi selanjutnya, baik secara mandiri maupun terintegrasi," kata Syafii di lokasi, Selasa (27/1/2026).
Sejauh ini, kata dia, Basarnas tidak lagi memperbarui data jumlah orang hilang karena fokus operasi ditujukan pada area rumah warga yang tertimbun, yakni 34 kepala keluarga. Lokasi longsoran juga mencakup kawasan perkebunan yang memungkinkan adanya saung atau bangunan kecil.
"Area operasi diperkirakan lebih dari 26 hektare. Dari pemetaan kondisi sebelum dan sesudah kejadian terlihat bahwa posisi rumah-rumah berada di bawah jalan, sementara jalan tersebut kini hampir seluruhnya tertutup material longsor," ujar dia.
Syafii mengungkapkan, terdapat dua mahkota longsor yang berada di kaki Gunung Burangrang itu. Panjang satu mahkota dengan lidah longsoran diperkirakan mencapai sekitar 200 meter, dengan lebar terluas sekitar 140 meter.
"Meskipun ukuran tersebut tidak bersifat mutlak karena sebaran material dapat melebar ke berbagai arah," ucapnya.
Dia melanjutkan, posko operasi pencarian terjaga sepanjang 24 jam. Namun untuk kegiatan personel gabungan di lapangan disesuaikan dengan kondisi keselamatan, terutama jarak pandang dan situasi medan. "Operasi SAR tidak mengenal ruang dan waktu, namun bukan berarti seluruh personel berada," ujarnya.
Sementara itu Kepala Kantor Basarnas Bandung Ade Dian Permana mengungkapkan hingga Senin (26/1/2026) pihaknya sudah berhasil menyerahkan 38 body pack atau kantong jenazah kepada tim DVI Polri. Personelnya terus berupaya melakukan pencarian terhadap puluhan warga yang lainnya diduga masih tertimbun.
"Jadi, total temuan pada hari pertama sampai dengan hari ketiga itu 38 body pack. Jadi, dalam pencarian lebih kurang 42 orang (yang masih dilakukan pencarian)," kata Ade.

4 hours ago
4















































