Seekor burung terbang di dekat logo Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, Jumat (4/3/2022). UIII akan memulai perkuliahan tatap muka (offline) mulai Senin (7/2/2022), yang akan diikuti oleh 98 mahasiswa dari 20 negara penerima program UIII Scholarship. Republika/Putra M. Akbar
REPUBLIKA.CO.ID, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menjalin kolaborasi dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jawa Barat untuk mendukung komitmen nasional menuju emisi nol bersih. Kerja sama ini difokuskan pada penelitian terkait desentralisasi dan adaptasi perubahan iklim.
Target emisi nol bersih diambil sebagai langkah krusial untuk mengurangi dampak perubahan iklim; mengimplementasikan Kesepakatan Paris dengan tujuan membatasi kenaikan suhu global di bawah 2 °C; mengintegrasikan aspek lingkungan dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, menekankan bahwa realisasi target ini memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan kalangan akademisi.
"Untuk mewujudkan cita‑cita ini tentu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi bersama lintas sektor, mulai kolaborasi lintas sektor hingga kalangan akademisi. Salah satu akademisi yang kami rangkul adalah UIII," kata Sunggono di Tenggarong, Rabu.
Pertemuan dan Ruang Lingkup Penelitian
Pada Kamis, 5 Februari 2026, perwakilan UIII yang dipimpin Sirojuddin Arif bersama sejumlah staf dari Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis melakukan pertemuan dengan Pemkab Kukar di Tenggarong. Acara ini diselenggarakan dalam format audiensi dengan tema: "Kerangka Ekonomi untuk Indonesia Tanggap Iklim menuju Emisi Nol Bersih (Komitmen) melalui Penelitian Desentralisasi dan Adaptasi Perubahan Iklim: Studi Kasus Kalimantan Timur dan Jawa Tengah."
Sunggono menilai pertemuan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung program pemerintah daerah terkait komitmen emisi nol bersih; memetakan dan menilai kebijakan fiskal dan moneter; meninjau regulasi terkait perubahan iklim.
Tujuan dan Fokus Penelitian
Sirojuddin Arif menjelaskan bahwa penelitian yang akan dilakukan memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain mengukur tingkat integrasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam strategi dan kerangka makro ekonomi.
Periset juga akan Mengidentifikasi kesenjangan kebijakan dan kelembagaan antar‑lembaga dan sektor, serta menganalisis dampaknya terhadap upaya adaptasi perubahan iklim.
Juga harus menilai kesiapan dan ketahanan lembaga keuangan dalam menyelaraskan kebijakan dengan kerangka makro ekonomi dan fiskal yang responsif iklim.
Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan rekomendasi yang relevan, berdasarkan standar internasional dan masukan dari para pemangku kepentingan terkait komitmen emisi nol bersih.
sumber : Antara

2 hours ago
3















































