Menteri LH: Akademisi Minim Kontribusi dalam Isu Ketahanan Lingkungan

1 month ago 34

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengkritisi minimnya kontribusi kalangan akademisi dalam upaya pemeliharaan lingkungan. Ketika saat ini negara tengah menghadapi bencana, dia pun berpendapat, belum ada masukan atau saran dari para akademisi.

Hanif mengatakan, tanpa dukungan kalangan akademisi, kementeriannya tidak akan mampu membangun instrumen untuk ketahanan lingkungan. "Tentu ini hal yang sangat paradoks. Kita memiliki 4.400 universitas atau perguruan tinggi atau setingkatnya, tapi lingkungan hidup kita tidak semakin baik," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Penganugerahan Pemeringkatan UI Greenmetric Indonesia 2025 yang digelar di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Selasa (16/12/2025).

Dia menambahkan, kondisi lingkungan hidup di Tanah Air semakin menurun. "Di mana para akademisi hari itu? Di mana peran akademisi hari ini di tengah-tengah gejolak atapun dinamika fenomena dari lingkungan hidup kita?" ucapnya. 

"Saya menjabat Menteri Lingkungan Hidup satu tahun tiga bulan. Saya, izin, belum ada satu lembar pun inovasi, belum ada satu lembar pun penelitian yang bisa di-scale-up yang datang dari perguruan tinggi untuk menteri lingkungan hidup. Di mana kita selama ini?" tambah Hanif. 

Dia menegaskan, pemeliharaan lingkungan hidup membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk akademisi. "Tanpa kehadiran bapak/ibu sekalian, maka Menteri Lingkungan Hidup tidak akan mampu merumuskan rencana perencanaan perlindungan pengelolaan lingkungan hidup," ujarnya. 

Menurut Hanif, terdapat gap atau jarak cukup serius antara birokrasi, menteri lingkungan hidup, dan kalangan akademisi di level operasional. "Pada saat menghadapi bencana yang di depan mata kita ini, kita tidak satu lembar pun mendapat masukan dari para akademisi yang ada di seluruh Tanah Air," katanya. 

Hanif menilai, persoalan gap tersebut harus diatasi. "Indonesia masih memerlukan banyak instrumen. Kita belum dengan benar membangun baku mutu lingkungan hidup kita. Kita juga belum serius, dengan completed, membangun baku kerusakan lingkungan hidup ini. Dua-duanya memerlukangan dukungan kita semua," ujarnya. 

"Kami ingin membuka kesempatan kepada kita semua untuk memberikan masukan-masukan untuk Menteri Lingkungan Hidup dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup, yang tentu hari ini kita sadari betul dalam kondisi yang tidak terlalu baik," tambah Hanif.

Read Entire Article
Politics | | | |