Pabrik Keju Dibangun di Sumedang, Kapasitas Produksi Capai 60 Ribu Ton

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pabrik keju dengan luas 25 ribu meter persegi bakal dibangun di wilayah Kabupaten Sumedang dan ditargetkan memiliki kapasitas produksi mencapai 60 ribu ton per tahun. Proses pembangunan dimulai pada 2026 dan akan beroperasi penuh pada 2028 mendatang.

“MBR (Mulia Bogor Raya) tengah membangun fasilitas produksi baru di Sumedang di atas lahan seluas sekitar 25 ribu meter persegi, ditargetkan beroperasi penuh pada 2028 dan akan meningkatkan total kapasitas produksi sekitar 60 ribu ton per tahun,” ucap Komisaris Utama PT MBR, anak perusahaan Garudafood, Hardianto Atmadja melalui keterangan resmi yang diterima, Sabtu (29/8/2026).

Ia menuturkan, 30 persen dari total area pabrik akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Selain itu, pihaknya akan memanfaatkan panel surya berkapasitas hingga 250 kWp untuk produksi.

Hardianto mengatakan fasilitas pabrik tersebut bakal mendukung dan mengembangkan berbagai produk milik perusahaan seperti Prochiz. Keberadaan pabrik diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Sumedang.

Ia mengatakan pihaknya melibatkan perusahaan keju global asal Prancis, Bel, yang merupakan mitra dalam rencana pembangunan pabrik keju di Sumedang, sekaligus memperingati hari jadi yang ke-20.

Selain itu, kolaborasi yang dilakukan akan memberikan kontribusi positif bagi MBR dan memperkuat prospek pertumbuhan perusahaan di pasar domestik maupun regional. Produk yang dikembangkan juga memenuhi standar kualitas global.

Ia menambahkan, sepanjang semester I 2026 perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 960 miliar dan laba bersih sebesar Rp 105,5 miliar. Hasil tersebut meningkat sekitar 15,4 persen dibandingkan Rp 91,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

CEO Bel Group Cecile Beliot mengatakan kemitraan yang berjalan selama ini menjadi kekuatan yang saling melengkapi, mulai dari perusahaan yang fokus di bidang makanan ringan dan jaringan distribusi nasional hingga keunggulan produk global keju.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis keju di kawasan Asia, bahkan sebagai salah satu pasar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

Cecile mengatakan potensi yang ada antara lain tercermin dari tingkat konsumsi keju per kapita di Asia yang masih relatif rendah, berkisar di bawah 1 kilogram per orang. Sementara itu, di Eropa, tingkat konsumsi keju per kapita mencapai di atas 20 kilogram per orang.

Ia menilai data tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan kategori keju di kawasan Asia, termasuk Indonesia, masih luas.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai investasi dan pengembangan fasilitas produksi MBR di Kabupaten Sumedang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat daerah. Ia menyambut baik investasi yang masuk ke Sumedang.

“Investasi merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang,” kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |