REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi III DPR RI menanggapi viralnya kasus penganiayaan terhadap seorang pedagang gabus, Suderajat karena menjual es yang diduga terbuat dari spons. Di mana dari video aksi dua anggota TNI dan Polri yang menuduh Suderajat menjual es gabus terbuat dari spons viral di media sosial.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pihaknya saat ini masih mencermati kasus tersebut. “Saya sedang cermati, enggak semua masalah kita harus selesaikan di RDPU. Ada juga yang bisa by phone-by phone saja,” kata Habiburokhman, Rabu (28/1/2016).
Ia menegaskan, setelah mempelajari kasus tersebut lebih lanjut, Komisi III DPR RI akan melakukan komunikasi dengan aparat penegak hukum terkait.
“Insya Allah setelah kita pelajari sore ini, saya akan hubungi kepolisian dan kejaksaan terkait,” katanya.
Habiburokhman menekankan, Komisi III DPR RI berkomitmen memastikan tidak ada warga negara yang diperlakukan secara tidak adil.
“Yang jelas, kita tidak ingin ada warga negara diperlakukan tidak adil,” tegasnya.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat akan mendalami pengakuan pedagang es gabus Suderajat yang dianiaya karena menjual es yang diduga terbuat dari spons. Video aksi dua anggota TNI dan Polri yang menuduh Suderajat menjual es gabus terbuat dari spons viral di media sosial.
"Kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan (pedagang es gabus) di media sosial itu benar adanya atau tidak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, pada saat berada di Polsek Kemayoran, pedagang es gabus yang bernama Suderajat itu tidak memberikan keterangan bahwa dirinya mendapatkan kekerasan fisik. Setelah adanya pengakuan tersebut, maka pihaknya akan menelusuri dan mendalami apa yang dialami oleh pedagang tersebut ketika diamankan.
"Kami pun baru dapat informasi karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran, Pak Suderajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan," ujarnya
Roby memastikan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut karena perlu kehati-hatian agar tidak terulang lagi seperti yang dilakukan oleh petugas di lapangan yaitu Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

3 hours ago
4















































