Respons Tarif Trump, Indonesia akan Kirim Delegasi Tingkat Tinggi untuk Lobi Washington

19 hours ago 5

Presiden Donald Trump berbicara dalam acara pengumuman tarif baru di Rose Garden Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, di Washington. (

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Presiden Amerika Serikat (AS) resmi mengenakan tarif resiprokal kepada Indonesia sebesar 32 persen dari basis tarif sebesar 10 persen. Tarif resiprokal AS ini akan berlaku mulai tanggal 9 April 2025.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan pengenaan tarif resiprokal AS yang diumumkan pada Rabu (2/4/2025) ini akan memberikan dampak signifikan terhadap daya saing ekspor Indonesia ke AS.

Kementerian mengatakan produk ekspor utama Indonesia di pasar AS selama ini adalah elektronik, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, palm oil, karet, furniture, udang dan produk-produk perikanan laut.

"Pemerintah Indonesia akan segera menghitung dampak pengenaan tarif AS terhadap sektor-sektor tersebut dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan," kata kementerian dalam pernyataanya, Kamis (3/4/2025).

Kementerian mengatakan pemerintah Indonesia juga akan mengambil langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak negatif terhadap perekonomian nasional Indonesia.

Kementerian menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara (SBN) di tengah gejolak pasar keuangan global pasca pengumuman tarif resiprokal AS.

"Bersama Bank Indonesia, Pemerintah Indonesia juga terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memastikan likuiditas valas tetap terjaga agar tetap mendukung kebutuhan pelaku dunia usaha serta memelihara stabilitas ekonomi secara keseluruhan," kata kementerian.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan sejak awal tahun ini pemerintah sudah mempersiapkan berbagai strategi dan langkah untuk menghadapi penerapan tarif resiprokal AS dan melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS.

Tim lintas kementerian dan lembaga, perwakilan Indonesia di AS dan para pelaku usaha nasional telah berkoordinasi secara intensif untuk persiapan menghadapi tarif resiprokal AS.

Kementerian menambahkan Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS.

Sebagai bagian dari negosiasi, Indonesia juga menyiapkan berbagai langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat Pemerintah AS, terutama yang disampaikan dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative.

Read Entire Article
Politics | | | |