REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia memastikan program pendanaan konservasi terumbu karang melalui skema hibah Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) tetap berlanjut meski ada kebijakan pemangkasan pendanaan luar negeri dari Amerika Serikat. Program ini telah ditetapkan berdasarkan undang-undang dan melibatkan kerja sama bilateral dengan nilai 35 juta dolar AS.
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Firdaus Agung Kurniawan, menyatakan bahwa program ini diperkuat dengan kontribusi dari mitra NGO seperti Conservation International (CI), Konservasi Indonesia (KI), Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan The Nature Conservancy (TNC).
Program TFCCA Indonesia yang diluncurkan bersama Pemerintah Amerika Serikat merupakan skema pengalihan pembayaran utang untuk mendukung konservasi terumbu karang. Dengan skema ini, dana yang semestinya digunakan untuk membayar utang dialihkan menjadi hibah konservasi, sesuai tujuan TFCCA untuk melestarikan keanekaragaman hayati di negara mitra AS.
Total pendanaan program ini mencapai 35 juta dolar AS, termasuk kontribusi dari CI dan KI sebesar 3 juta dolar AS, serta dari TNC dan YKAN sebesar 1,5 juta dolar AS. Indonesia menjadi negara pertama yang mengimplementasikan TFCCA khusus untuk terumbu karang, menjadi barometer bagi pelaksanaan TFCCA di negara lain.
Penerima Hibah dan Lokasi Sasaran
Penerima hibah TFCCA mencakup masyarakat lokal, komunitas adat, LSM, serta perguruan tinggi yang aktif dalam pengelolaan konservasi terumbu karang. Sebagai tanda dimulainya program, tujuh perwakilan penerima hibah menandatangani perjanjian hibah.
Siklus pertama TFCCA menyasar tiga bentang laut dengan keanekaragaman hayati tinggi, yaitu Kepala Burung (Papua Barat), Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT), dan Banda (Maluku). Sebanyak 58 organisasi dan inisiatif lokal siap menjadi pelaksana program.
Peluncuran ini berlangsung di tengah kebijakan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang memangkas anggaran bantuan luar negeri, termasuk penutupan US Agency for International Development (USAID). Langkah ini merupakan bagian dari agenda America First, yang menekankan prioritas kepentingan domestik.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2















































