Ketika Ratusan Remaja Dibekali Skill Respons Meningkatnya Kebutuhan Industri

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Tantangan ketenagakerjaan bagi generasi muda di Indonesia masih menjadi perhatian nasional di tengah meningkatnya kebutuhan industri akan talenta yang siap kerja.

Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pada kelompok usia 15–24 tahun ‘ 16,16 persen, menjadikan kelompok usia ini sebagai yang tertinggi secara nasional.

Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi yang terarah untuk memperkuat kesiapan kerja serta memperluas akses pembelajaran yang setara bagi generasi muda.

Dengan fondasi pembelajaran yang semakin inklusif, GoTeach DHL bertujuan untuk terus memperluas jangkauan, memperdalam kolaborasi, serta mendukung pengembangan ekosistem talenta muda Indonesia yang adaptif dan berdaya saing global.

Lebih dari 230 anak muda berusia 15 hingga 24 tahun dari Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Flores terlibat dalam pelatihan dunia kerja.

Ratusan peserta tersebut berpartisipasi dalam GoTeach DHL. Senior Technical Advisor, Indonesia, DHL Express, Ahmad Mohamad, mengatakan partisipasi ini mencatatkan capaian penting sepanjang 2025 yang mamasuki tahun ke-11 sekaligus cakupan wilayah terluas sepanjang sejarah pelaksanaan program.

Ahmad mengatakan lebih dari 40 relawan dari DHL Express, DHL Global Forwarding, dan DHL Supply Chain secara sukarela menyumbangkan lebih dari 2000 jam, mencakup kegiatan mengajar, fasilitasi, serta lokakarya perencanaan karier.

Dia menjelaskan, diluncurkan secara global pada 2010, GoTeach merupakan program DHL yang bertujuan meningkatkan peluang kerja bagi generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi kurang beruntung.

“Program ini menjadi pilar utama dari tujuan DHL Group, yaitu “Connecting people, improving lives,” ujar dia.

Dia menambahkan, DHL Group juga baru saja memperpanjang kemitraannya selama lima tahun ke depan hingga 2030 dengan Teach For All dan SOS Children’s Villages.

Di Indonesia, DHL bermitra dengan SOS Children’s Villages dan menyelenggarakan berbagai lokakarya keterampilan serta program pendampingan bagi anak muda di lingkungan SOS Children’s Villages untuk membantu mereka mempersiapkan transisi menuju dunia kerja. Program GoTeach mulai diimplementasikan di Indonesia sejak 2014.

Pada 2025, DHL menggandeng berbagai perusahaan dan mitra lokal, termasuk Berkat Lentera Kecil, Dibimbing, Merck, Yayasan Berani Bermimpi, serta para profesional di bidang kesehatan mental dan perencanaan keuangan, untuk menyusun kurikulum yang komprehensif.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan diri, kesiapan kerja, literasi digital, serta wawasan mengenai sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Para peserta mengikuti delapan sesi virtual terstruktur untuk memastikan setiap anak muda mendapatkan materi pembelajaran yang sama, tanpa terbatas oleh lokasi geografis.

Program ini juga dilengkapi dengan kegiatan mentoring, di mana para relawan berperan sebagai mentor guna memperdalam interaksi dan kolaborasi.

Untuk mendorong pembelajaran berkelanjutan, DHL meluncurkan perpustakaan pembelajaran daring yang memungkinkan para peserta mengakses kembali materi pelatihan, mempelajari modul tambahan, serta mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing.

Platform ini memberikan fleksibilitas bagi anak muda untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri, sehingga mendukung pertumbuhan kompetensi yang lebih efektif.

mengatakan selama sebelas tahun pelaksanaan GoTeach di Indonesia membuktikan bahwa ketika dunia usaha, komunitas, dan organisasi sosial bergerak bersama.

"Kita dapat membuka akses pembelajaran yang lebih setara. Tahun ini menunjukkan bahwa skala dan kedalaman kolaborasi mampu menghasilkan pembelajaran yang semakin relevan bagi generasi mendatang. Program ini mencerminkan komitmen jangka panjang DHL dalam mendukung pengembangan talenta muda," ujar Ahmad, Selasa (27/1/2026) dalam keterangannya.

President Director Indonesia DHL Global Forwarding, Nicholas Bongsosartono menambahkan GoTeach berkomitmen untuk memberikan akses pembelajaran yang adil bagi generasi muda.

"Sepanjang tahun lalu, koordinasi antara SOS Children’s Villages dan DHL membantu menjembatani berbagai keterbatasan akses di sejumlah wilayah, seperti tantangan konektivitas dan keterbatasan sumber daya pendidikan, sehingga memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta," kata Nicholas.

Managing Director, Indonesia, DHL Supply Chain, Mauricio Almeida, menyampaikan banyak anak muda memiliki potensi besar namun belum memiliki akses untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, disiplin kerja, dan kemampuan pemecahan masalah.

"GoTeach memberikan kesempatan tersebut, dan kami menyaksikan peningkatan keterampilan yang konsisten sepanjang program," kata Mauricio.

Yunus Ismail dari SOS Children’s Villages Indonesia mengatakan GoTeach dari DHL bukan sekadar program pembelajaran, tetapi juga ruang aman yang memungkinkan anak muda mengenali potensi diri dan memahami jalur pengembangan masa depan mereka.

Read Entire Article
Politics | | | |