Media Israel: UEA-Yordania-Inggris akan Bantu AS-Israel Serang Iran

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Sejumlah media Israel melaporkan Yordania, Uni Emirat Arab, dan Inggris akan memberikan dukungan logistik dan intelijen kepada militer AS jika terjadi serangan terhadap Iran. Kabar ini mencuat menyusul kian dekatnya armada militer AS ke Timur Tengah.

Harian Israel Hayom melaporkan pada Ahad bahwa tokoh-tokoh senior di pemerintahan Donald Trump mendorong apa yang digambarkannya sebagai “serangan kuat” terhadap Iran, dan membingkainya sebagai “langkah strategis yang mendasar”. 

Laporan tersebut mengatakan langkah tersebut juga didukung oleh Abu Dhabi dan beberapa negara Eropa, termasuk Inggris. Menurut Israel Hayom, UEA, Inggris, dan Yordania akan berbagi data intelijen dan operasional untuk mendukung Washington, dan juga dapat berperan dalam mencegat rudal dan drone Iran yang diluncurkan sebagai pembalasan. 

Operasi pertahanan tersebut dilaporkan bertujuan untuk melindungi Israel, pangkalan militer AS di Timur Tengah dan infrastruktur energi utama di Teluk.

Namun, sejauh mana partisipasi Inggris masih belum jelas, terutama mengingat komentar Trump baru-baru ini yang meremehkan peran sekutunya dalam mendukung pasukan AS selama perang di Afghanistan. 

Beberapa sumber, termasuk seorang diplomat Arab dan seorang pejabat Teluk, telah menyuarakan keprihatinan atas potensi serangan AS-Israel terhadap Iran. Negara-negara Teluk menentang serangan AS karena mereka khawatir akan terjebak dalam baku tembak.

Arab Saudi, Oman, dan Qatar telah memimpin upaya untuk menghalangi AS melancarkan serangan baru, sementara posisi UEA masih belum jelas, dengan sinyal yang beragam dari para pejabat dan pakar.

Amerika Serikat juga dilaporkan telah memberi tahu Irak, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran, menurut analis Rusia Evgeny Ogorodnikov, meskipun pasar minyak tetap optimis terhadap prospek eskalasi besar meskipun ada risiko terhadap sekitar 5 persen produksi global. 

“Amerika telah memberi tahu Irak, Yordania, Arab Saudi, dan UEA tentang akan segera dimulainya serangan terhadap Iran,” tulis Ogorodnikov di saluran Grafonomika pada tanggal 25 Januari, tanpa memberikan rincian mengenai waktu atau cakupan potensi aksi militer.

Sebelumnya, kapal induk AS USS Abraham Lincoln dilaporkan sudah kian dekat dengan wilayah Iran. Sementara jenderal-jenderal AS dan Israel bertemu membahas rencana serangan ke Iran.

Read Entire Article
Politics | | | |