Pasar Kompor Gas Kaca Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Permintaan terhadap kompor gas kaca masih menunjukkan pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan perubahan pola konsumsi rumah tangga. Kondisi tersebut terlihat dari peningkatan penjualan PT Niko Elektronik Indonesia pada semester pertama tahun fiskal 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pasar tersebut juga berlangsung ketika konsumen semakin mempertimbangkan aspek estetika, keamanan, dan ketahanan dalam memilih perangkat rumah tangga.

Marketing Director PT Niko Elektronik Indonesia Tjandra Lianto mengatakan peningkatan volume penjualan menjadi salah satu indikator adanya penerimaan pasar terhadap produk kompor gas kaca. Menurut dia, perubahan preferensi konsumen turut mendorong produsen meningkatkan kualitas produk dan layanan setelah penjualan.

“Keberhasilan mempertahankan pertumbuhan Niko dibarengi dengan keberhasilan sabet Top Brand untuk ketiga kalinya,” ujar Tjandra.

Niko pada 29 Juli 2026 kembali memperoleh Top Brand Award untuk kategori Kompor Gas Kaca. Penghargaan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut setelah sebelumnya diraih pada 2024 dan 2025.

Namun, capaian tersebut juga mencerminkan ketatnya persaingan merek di pasar peralatan rumah tangga. Pengukuran Top Brand 2026 dilakukan melalui riset Frontier di 15 kota besar Indonesia dengan cakupan lebih dari 350 kategori produk.

CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award Handi Irawan D menjelaskan kekuatan sebuah merek tidak hanya diukur dari tingkat pengenalan masyarakat, tetapi juga dari pengalaman penggunaan dan potensi pembelian kembali.

Survei menggunakan tiga parameter Top Brand Index (TBI), yakni Top of Mind Awareness, Last Usage, dan Future Intention. Sebuah merek dapat memperoleh predikat Top Brand apabila memiliki nilai TBI minimal 10 persen dan berada di posisi tiga besar pada kategorinya.

“Sebagai sebuah merek, keberlanjutan menjadi penting di tengah perubahan perilaku konsumen,” kata Handi.

Handi juga menilai kekuatan merek kini menjadi bagian dari aset tidak berwujud perusahaan. Ekuitas merek dapat memengaruhi daya saing perusahaan sekaligus menjadi pertimbangan dalam sejumlah keputusan bisnis, seperti merger dan akuisisi, lisensi, pembentukan usaha patungan, hingga pengembangan produk.

Dalam konteks pasar kompor gas, persaingan tidak hanya ditentukan oleh harga. Produsen juga menghadapi tuntutan konsumen terhadap kualitas, keamanan, desain, ketahanan produk, serta kemudahan memperoleh layanan purna jual.

Aspek layanan menjadi perhatian seiring meluasnya distribusi produk ke berbagai daerah. Niko menyebut saat ini memiliki jaringan layanan purna jual di 32 titik yang terdiri atas Service Center, Authorized Service Center, dan Drop Point.

Jaringan tersebut digunakan untuk menangani layanan garansi, perbaikan teknis, serta penyediaan suku cadang resmi. Perusahaan menyatakan jaringan layanan akan dikembangkan secara bertahap mengikuti perluasan distribusi produknya.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, perkembangan pasar kompor gas kaca menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perangkat rumah tangga tetap berjalan. Tantangannya, produsen tidak hanya perlu menjaga penjualan, tetapi juga mempertahankan kepercayaan konsumen melalui kualitas produk dan layanan yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.

Read Entire Article
Politics | | | |