REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan teknologi asal Singapura, SCash, menjalin kemitraan strategis dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk memperkuat ekosistem usaha berbasis komoditas di Indonesia, khususnya yang dikelola koperasi dan pelaku usaha desa. Kolaborasi ini bertujuan mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan, transparan, dan efisien.
SCash menggabungkan kapabilitas teknologi dan pengembangan ekosistem dengan peran KBI sebagai badan usaha milik negara yang bertanggung jawab atas kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, serta tata kelola perdagangan komoditas nasional. Kerja sama tersebut bertujuan membantu UMKM, koperasi, dan wirausaha desa agar lebih aman dan efektif berpartisipasi dalam pasar komoditas terstruktur, terutama sektor pertanian dan ekonomi berbasis komunitas.
Usaha mikro, kecil, dan menengah mencakup hampir 99 persen unit usaha di Indonesia, namun banyak pelaku komoditas desa masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur digital, sistem tata kelola, dan pasar formal. Melalui kemitraan ini, SCash memosisikan diri sebagai mitra jangka panjang dengan menyediakan solusi teknologi guna memperkuat operasional usaha komoditas secara lebih efisien dan transparan.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Asosiasi Pengusaha Usaha Desa Indonesia (APUDSI), untuk memastikan aspirasi pelaku ekonomi akar rumput terakomodasi dalam penguatan ekosistem komoditas nasional.
“Komitmen SCash tidak hanya sebatas membangun platform teknologi. Kolaborasi ini bertujuan menghidupkan kembali usaha berbasis komoditas, memperkuat tata kelola, dan memastikan pelaku usaha desa serta koperasi tidak tertinggal seiring perkembangan ekonomi Indonesia,” kata Michael Lee Eng Yew, CEO SCash dalam siaran pers, Selasa (3/2/2026).
Selain pengembangan sistem digital, SCash juga terlibat dalam program pemberdayaan komunitas, salah satunya melalui kampanye #EmpowerWomenSentani di Papua bersama Campaign for Good dan Kopernik. Program tersebut menerapkan seleksi terstruktur dan verifikasi berbasis komunitas, disertai pelatihan langsung di lapangan bagi pelaku usaha perempuan terpilih.
Dalam penguatan rantai nilai komoditas, kolaborasi ini turut melibatkan PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) sebagai anak usaha KBI, PT Karya Jasa Internasional, APUDSI, serta PT Daya Teknologi Nusantara untuk pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG). Integrasi sistem tersebut diharapkan memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
“Kerja sama ini bukan hanya seremonial, melainkan komitmen jangka panjang untuk memperkuat usaha komoditas dan mendorong pelaku usaha desa agar berkembang secara berkelanjutan di ekonomi formal Indonesia,” kata Michael Lee.

2 hours ago
2














































